Kulon Progo – MNnews // Semangat meraih kemuliaan di penghujung bulan suci Ramadan terpancar nyata di Masjid Al Muttaqin, Pedukuhan Kedungtangkil, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih. Pada Ahad (08/03/2026), aparatur sipil negara (ASN) KUA Pengasih, Winardi, A.Md, hadir langsung membersamai kegiatan pengajian yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama jamaah setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program jemput bola KUA Pengasih dalam memberikan bimbingan keagamaan langsung di tengah masyarakat. Kali ini, tema yang diangkat adalah "Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir Bulan Ramadan", sebuah momentum krusial bagi setiap muslim untuk memaksimalkan ibadah.
Dalam penyampaiannya, Winardi menekankan bahwa sepuluh hari terakhir Ramadan bukanlah waktu untuk bersantai, melainkan waktu untuk mempererat hubungan dengan Allah SWT. Beberapa poin inti materi yang dipaparkan antara lain: Satu; Konsistensi Ibadah: Mengajak jamaah untuk tetap istiqomah memakmurkan masjid, meskipun fisik mulai terasa lelah di penghujung bulan puasa. Dua; Memperbanyak I’tikaf dan Dzikir: Menghidupkan malam dengan zikrullah dan doa khusus memohon ampunan (Lailatul Qadar). Tiga; Keseimbangan Kesalehan: Menekankan bahwa ibadah ritual di malam hari harus dibarengi dengan kesalehan sosial, seperti menunaikan zakat fitrah tepat waktu.
Kepala KUA Kapanewon Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan dukungan penuh atas dedikasi jajarannya yang terjun langsung ke wilayah binaan. Menurutnya, kehadiran ASN di tengah pengajian warga adalah wujud nyata pelayanan prima di bidang keagamaan. "Kehadiran Saudara Winardi di Masjid Al Muttaqin merupakan komitmen KUA Pengasih untuk selalu membersamai umat dalam setiap momentum ibadah. Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah 'golden time' atau waktu emas. Kami berharap materi yang disampaikan dapat memotivasi warga Kedungtangkil agar tidak kendor, melainkan semakin kencang dalam beribadah, sehingga predikat takwa benar-benar dapat diraih saat Idul Fitri nanti." tegas Rangga.
Acara yang berlangsung hangat ini ditutup dengan ramah tamah dan buka puasa bersama. Sinergi antara penyuluh, ASN KUA, dan pengurus masjid ini diharapkan terus terjaga demi terciptanya masyarakat Karangsari yang religius dan harmonis.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar