Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads ' alt='Header Ads'/> Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads

Sinergi KUA Pengasih dan PKH: Dorong Kemandirian Ekonomi KPM Kedungsari Lewat Budidaya Cabe Jawa


 Kulon Progo  – MNnews //Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus berkomitmen melakukan pendampingan intensif bagi umat, tidak hanya di bidang spiritual tetapi juga pemberdayaan ekonomi. Pada Selasa (24/02/2026), Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos, melakukan survei dan pendampingan lapangan di kediaman Ibu Sukowati, warga Cumetuk RT 023 RW 011, Kedungsari, Pengasih.


Kunjungan ini bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH agar mampu mencapai kemandirian usaha dan lepas dari ketergantungan bantuan sosial (graduasi).

Dalam survei tersebut, ditemukan fakta menarik bahwa di lahan Ibu Sukowati telah tumbuh tanaman Cabe Jawa (Piper retrofractum) selama lebih dari 5 tahun. Namun, potensi ini belum tergarap maksimal karena keterbatasan pengetahuan mengenai teknik perawatan dan akses pemasaran. "Kemandirian ekonomi bagi KPM PKH adalah target utama kami. Melalui program budidaya Cabe Jawa ini, kita ingin mendorong warga mengembangkan usaha produktif yang berkelanjutan," ujar Musodiqin di sela-sela survei.

Keunggulan Strategis Cabe Jawa
Musodiqin menjelaskan bahwa Cabe Jawa merupakan peluang investasi jangka panjang bagi petani maupun ibu rumah tangga. Beberapa keunggulan yang disampaikan antara lain: Satu; Produktivitas Tinggi: Sekali tanam, Cabe Jawa dapat dipanen hingga 20 tahun, menjadikannya usaha yang hemat modal. Dua; Nilai Ekonomis Stabil: Berbeda dengan cabai biasa yang harganya fluktuatif, harga Cabe Jawa kering cenderung stabil dan tinggi, berkisar antara Rp65.000 hingga lebih dari Rp100.000 per kilogram. Tiga; Perawatan Mudah: Sangat adaptif di lahan kering atau pekarangan dan tidak memerlukan perawatan seintensif cabai merah. Empat; permintaan pasar luas: Dibutuhkan secara masif oleh industri jamu, obat tradisional, dan bumbu masak karena kandungan piperine sebagai antiinflamasi.

Langkah pendampingan ini juga sejalan dengan program Bupati Kulon Progo dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal. Dengan edukasi yang tepat mengenai teknik stek (vegetatif) dan pengolahan pascapanen, budidaya ini diharapkan menjadi solusi konkret peningkatan pendapatan warga Kedungsari.

Menanggapi inisiatif tersebut, Kepala KUA Pengasih memberikan apresiasi atas langkah proaktif penyuluh dalam mendampingi ekonomi warga. "Tugas Penyuluh Agama kini semakin luas. Selain membimbing rohani, mereka juga menjadi jembatan kesejahteraan ekonomi umat. Kami sangat mendukung program budidaya Cabe Jawa ini sebagai langkah nyata menuju kemandirian ekonomi. Jika ekonomi keluarga kuat dan mandiri, maka ketahanan mental dan spiritual pun akan lebih terjaga," tegas Rangga.

Diharapkan, melalui pendampingan berkelanjutan dari KUA dan sinergi dengan berbagai pihak, KPM PKH di wilayah Pengasih dapat segera naik kelas menjadi wirausaha mandiri yang berdaya saing.

Muhammad Musodiqin

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama