Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads ' alt='Header Ads'/> Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads

Majelis Ta'lim Tombo Ati Kalurahan Petir Ziarah Wali Jabar Bertepatan Tahun Baru 1447Hijriah



Gunungkidul, MNnews I Majelis ta'lim Tombo Ati Kalurahan Petir, Rongkop, Gunungkidul, kembali mengadakan kegiatan rutin tahunan ziarah wali songo, kususnya ke Jawa Barat bertepatan dengan Tahun Baru 1447 Hijriah. Berangkat dari res area Prapatan Petir pada hari Jum'at 27 Juni 2025/1 Muharom 1447H.

 

Ziarah wali songo yang diprakarsai oleh Majelis Ta'lim Tombo Ati Kalurahan Petir ini  sudah menjadi agenda tahunan yang bisa diikuti oleh warga masyarakat. Sebanyak 40 orang warga Kalurahan Petir yang kali ini berangkat ziarah wali Jabar akan mengunjungi empat lokasi.

 

Berangkat dari res area Petir hari  Jum'at malam 27 Juni 2025 sekitar pukul 22:00WIB direncanakan hari Sabtu 28 Juni 2025 pukul 05:00 WIB tiba di Pamijahan. Disana nanti jamaah akan di bimbing oleh Ustadz Suhari Abdul Haris untuk berziarah ke Syeih Abdul Muhyi Pamijahan, Tasikmalaya dan gua Saparwadi. Namun karena armada bus tidak melalui jalan tol, waktu tiba di Pamijahan sekitar pukul 11:15 WIB, datang lebih lambat.

 

Dilokasi tersebut cuaca tidak bersahabat karena turun hujan cukup lebat, sehingga di Pamijahan, jamaah ziarah ini sampai sekitar 7 jam baru bisa melanjutkan perjalanan menuju masjid Raya Al Jabar Bandung.

 

Rencana semula akan berkunjung ke situ Panjalu menziarahi makam  Syikh Boros Ngora atau Syikh Abdul Muhyi, akhirnya dibatalkan mengingat cuaca dan kondisi jamaah yang lelah. Berdasar kesepakatan antara jamaah dengan panitia, maka selanjutnya perjalanan ke Bandung untuk menyaksikan masjid raya Al Jabar. Ternyata sampai di masjid raya Al Jabar, sudah terlalu malam, menurut beberapa Abang ojek odong odong dan pedagang di seputaran terminal bus, masjid Al Jabar baru buka jam 04:00 pagi hari, tidak seperti sebelumnya buka 24 jam.

 

Dari masjid Al Jabar  Bandung langsung ziarah Sunan Gunung Jati atau makam Raden Syarif Hidayatulloh dan Syikh Dzatul Kahfi, gurunya Sunan Gunung Jati.

Dilokasi terakhir ini jamaah bisa memanfaatkan waktu untuk istirahat dan beribadah sholat subuh. Selain bisa menikmati kopi dan jajanan ringan, jamaah bisa berbelanja oleh oleh sesuai selera masing masing. Menjadi sedikit masukan bagi  Pemerintah Kabupaten Cirebon atau pengelola wisata religius Sunan Gunung Jati, bahwa jamaah sedikit kurang nyaman, karena terlalu banyak pengemis dan kotak kotak infaq yang semua dijaga oleh beberapa orang petugas. Infaq merupakan ibadah sodakoh yang seharusnya dilakukan dengan suka rela, tapi masih  ada oknum oknum penjaga kotak amal yang setengah memaksa, jamaah dihalangi dengan tangan oleh para oknum bersangkutan. Jadi sebagai masukan, mbok iyao, hal hal kecil yang mengganggu kenyamanan para peziarah seperti ini ditertibkan.

 

Rombongan ziarah dari Kalurahan Petir, Rongkop, Gunungkidul setelah ziarah di makam Sunan Gunung Jati dan Dzatul Kahfi, segera melanjutkan perjalanan pulang.

 

Segenap panitia mengucapkan terimakasih kepada jamaah yang sudah mengikuti kegiatan ziarah sebagai agenda, program  rutinan setahun Majelis Ta'lim Tombo Ati. Semoga menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan.

 ( Penulis : Wajiyo )

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama