Dua ASN KUA Pengasih Maju Seleksi Agen Perubahan Kemenag Kulon Progo


 Kulon Progo – MNnews // Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Pengasih berhasil maju sebagai calon agen perubahan dalam seleksi yang diikuti perwakilan KUA dan madrasah se-Kabupaten Kulon Progo melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan Kementerian Agama Kulon Progo. Dari total 10 peserta terpilih, KUA Pengasih mengirimkan dua pelaksana terbaiknya, yakni Nanik Supratinah, S.Kom. dan Muhammad Nur Charir. 


Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., menyampaikan bahwa keterlibatan keduanya menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja inovatif dan pelayanan publik berbasis integritas.
“Keikutsertaan ASN KUA Pengasih dalam seleksi agen perubahan menunjukkan komitmen untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan yang adaptif, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Yusma.

Ia menambahkan bahwa inovasi yang lahir dari lingkungan kerja bukan sekadar memenuhi tuntutan administrasi, tetapi menjadi bentuk ikhtiar dalam menjawab kebutuhan pelayanan publik yang terus berkembang. “Budaya kerja yang baik harus melahirkan perubahan nyata, terutama dalam pengelolaan data dan pelayanan masyarakat berbasis digital,” imbuhnya.

Sementara itu, Nanik Supratinah mempresentasikan inovasi DAWAI atau Digitalisasi Arsip Wakaf Lama. Inovasi tersebut lahir dari kebutuhan pengelolaan data wakaf lama yang belum terinput dalam aplikasi baru sehingga menyulitkan proses pencarian dokumen, khususnya Akta Ikrar Wakaf (AIW).
“Melalui DAWAI, arsip wakaf lama dapat terdigitalisasi sehingga pencarian data menjadi lebih cepat, tertata, dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Nanik.

Adapun Muhammad Nur Charir memaparkan inovasi SIGAP NIKAH atau Sistem Informasi Gerakan Digital Arsip Nikah yang berfokus pada penguatan integritas dan budaya kerja melalui pengelolaan arsip nikah berbasis digital.
“SIGAP NIKAH menjadi langkah untuk membangun pelayanan arsip yang lebih rapi, mudah diakses, serta mendukung budaya kerja yang profesional dan akuntabel,” jelas Nur Charir.

Dalam pelaksanaan seleksi, masing-masing peserta memperoleh waktu lima menit untuk presentasi dan lima menit sesi tanya jawab. Keduanya berhasil melewati tahapan tersebut dengan lancar dari Balai Nikah KUA Pengasih yang turut disaksikan ASN KUA Pengasih melalui layar proyektor sebagai bentuk dukungan dan semangat bersama.
“Dukungan dari rekan-rekan ASN menjadi energi positif bagi kami untuk terus menghadirkan perubahan yang bermanfaat bagi lembaga dan masyarakat,” pungkas Nur Charir.

Muhammad Musodiqin

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama