Dukung Swasembada Pangan Presiden Prabowo, Anggota DPR RI Supriyanto Tinjau Gudang Bulog Trenggalek


 ​TRENGGALEK – MNnews // Dalam upaya memastikan stabilitas stok pangan nasional, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Supriyanto, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog Karangsoko, Kabupaten Trenggalek, pada Rabu (13/5/2026).

​Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung ketersediaan pangan di tingkat daerah, sekaligus memastikan kesiapan logistik dalam mendukung program strategis Swasembada Pangan Nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
​Komitmen Ketahanan Pangan Nasional
​Dalam sela-sela kunjungannya, Supriyanto menekankan pentingnya peran Bulog sebagai pilar utama dalam menjaga kedaulatan pangan, terutama dalam menghadapi dinamika pasar dan perubahan iklim.
​"Kami ingin memastikan bahwa gudang-gudang di daerah, seperti di Karangsoko ini, memiliki kapasitas dan stok yang mumpuni. Ini adalah langkah konkret dalam mendukung visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan sesingkat-singkatnya," ujar Supriyanto.
​Kondisi Stok dan Capaian Bulog Tulungagung
​Berdasarkan data dari Perum BULOG Kantor Cabang Tulungagung (yang membawahi wilayah Tulungagung, Trenggalek, serta Kota dan Kabupaten Blitar), kondisi ketahanan pangan di wilayah tersebut berada pada level yang sangat aman.
​Berikut adalah rincian data kesiapan logistik Bulog Cabang Tulungagung per 12 Mei 2026:
​Kapasitas Gudang: Mengelola 5 Kompleks Pergudangan dengan total kapasitas mencapai 70.300 ton, di mana stok utama didominasi oleh komoditas beras.
​Jumlah Stok Terkini: Stok yang dikuasai mencapai 73 ribu ton, terdiri dari gabah, beras, jagung, minyak goreng, gula, dan komoditas pangan lainnya.
​Realisasi Penyerapan: Dari target penyerapan tahunan sebesar 64 ribu ton setara beras, Bulog Tulungagung telah berhasil merealisasikan 41 ribu ton (65%). Saat ini tersisa target sebesar 23 ribu ton yang akan dikejar hingga akhir tahun.
​Optimisme dan Strategi Perluasan
​Pihak manajemen Bulog menyatakan optimisme tinggi bahwa target penyerapan gabah dan beras akan terpenuhi 100% pada akhir tahun 2026.
​Untuk mengantisipasi lonjakan stok dan memastikan penyerapan hasil panen petani lokal tetap maksimal, Bulog menjalankan strategi proaktif. Selain mengoptimalkan gudang milik sendiri, Bulog juga melakukan sewa gudang tambahan serta menjalin kerja sama Jasa Pergudangan dengan pihak ketiga demi menjaga kualitas dan keamanan komoditas.
​Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara legislatif dan eksekutif dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, sekaligus memastikan kesejahteraan petani melalui penyerapan hasil panen yang konsisten. 

Muh Nurcholis

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama