Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads ' alt='Header Ads'/> Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads

Wujudkan Ramadan Penuh Warna, KKG PAI Temon Gelar Pesantren Virtual


 Kulon Progo –MNnews // Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kapanewon Temon menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H. Agenda digelar bagi siswa Sekolah Dasar se-Kapanewon Temon. Kegiatan ini dilaksanakan secara bersama-sama se-Kapanewon Temon secara Online dengan Platform Zoom Meeting di sekolah masing masing pada Rabu (4/3/2026).

Kegiatan yang bertujuan mengisi bulan suci dengan aktivitas positif ini menghadirkan Pengawas PAI Kankemenag Kabupaten Kabupaten Kulon Progo, Drs. Tukidi, M.S.I., sebagai narasumber utama. Agenda juga dihadiri oleh Pengawas SD ,Sumiarsih, S.Pd.,M.Pd. dan Nurul Utami, S.Pd.,M.Pd., Kepala Sekolah, guru, dan siswa-siswi SD Kelas IV-VI se-Kapanewon Temon.
Mengusung tema Ramadan Penuh Warna Menebar Cinta dengan Akhlak Mulia, kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter siswa yang bertakwa. Sekaligus memiliki empati tinggi terhadap sesama. Kehadiran Drs. Tukidi, M.S.I. memberikan penguatan spiritual bagi para peserta didik dalam memahami esensi ibadah di bulan suci.
Tukidi menekankan bahwa tujuan utama ibadah puasa adalah mencapai derajat takwa. Di mana kualitas takwa seseorang akan tercermin melalui akhlak mulianya. Tukidi memperkenalkan konsep Ramadan Penuh Warna yang terdiri dari empat pilar utama. Yaitu Warna Ibadah melalui peningkatan kualitas salat dan zakat. Warna Kesabaran dalam menjaga lisan. Warna Kepedulian melalui semangat berbagi. Serta Warna Cinta kepada Allah dan sesama. “Tujuan Ramadan adalah takwa. Takwa itu tampak dalam akhlak mulia. Mari kita jadikan momentum ini untuk kembali kepada Alqur'an dan meningkatkan kualitas ibadah harian kita,” ujar Tukidi.
Tukidi menambahkan, sebagai langkah konkret Pesantren Ramadan di Temon ini mengimplementasikan tiga program unggulan. Yakni Program Qur’ani yang menargetkan khatam Alqur'an dan hafalan surat pendek. Program Akhlak melalui gerakan salam, senyum, dan program Sehari Tanpa Marah. Serta Program Sosial yang meliputi sedekah bersama dan santunan yatim duafa. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW mengenai kerugian besar bagi mereka yang mendapati Ramadan namun tidak mendapatkan ampunan. “Mari kita jadikan Pesantren Ramadan ini sebagai momentum perubahan diri untuk menjadi pribadi yang lebih taat ibadahnya, lebih indah akhlaknya, dan lebih luas cintanya,” pungkas Tukidi.
Apresiasi mendalam disampaikan oleh Sumiarsih, S.Pd., M.Pd. kepada KKG PAI Kapanewon Temon yang telah sukses mengawal jalannya Pesantren Kilat tahun ini. Ia menekankan bahwa meski dilaksanakan secara daring. Kegiatan ini memiliki nilai spiritual dan sosial yang tinggi. “Pesantren ini merupakan jembatan silaturahmi bagi siswa antar SD se-Kapanewon Temon. Yakni untuk saling mengenal sebelum nantinya dipertemukan kembali di jenjang sekolah yang lebih tinggi," ujar Sumiarsih.
Hal senada juga disampaikan Nurul Utami, M.Pd. “Di tengah padatnya agenda sekolah, para guru PAI dinilai tetap mampu bersinergi menyelenggarakan Pesantren Ramadan serentak se-Kapanewon dengan mengusung tema inspiratif Ramadhan Penuh Warna: Menebar Cinta dengan Akhlak Mulia," tuturnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang kuat dalam membentuk generasi yang tidak hanya saleh secara individu. Tetapi juga saleh secara sosial. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan. Sehingga nilai-nilai yang dipelajari selama Pesantren Ramadan dapat terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari para siswa di Kapanewon Temon. 

Muhammad Musodiqin

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama