Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads ' alt='Header Ads'/> Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads

TPQ At Taubah Resmi Terdaftar di Kemenag, Penyuluh KUA Pengasih Tekankan Pentingnya Menjadi "Generasi Utrujjah"


 Kulon Progo – MNnews //  Momentum Ramadhan di Dusun Gunung Gondang, Kalurahan Margosari, terasa semakin bermakna. Pasalnya, Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) At Taubah secara resmi telah menerima Tanda Daftar dari Kementerian Agama. Penyerahan dokumen penting ini dilaksanakan bertepatan dengan moment Ramadhan Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih di Masjid At Taubah.


Muhammad Musodiqin, S.Sos, menyerahkan langsung tanda daftar dengan nomor statistik 411234019131 tersebut kepada pengelola. Momentum ini menjadi titik tolak baru bagi tata kelola pendidikan Al-Qur'an di wilayah tersebut.

Maryana, selaku Takmir Masjid At Taubah, menyampaikan rasa syukur dan harapannya yang besar setelah legalitas ini dikantongi. "Kami sangat bersyukur atas terbitnya Tanda Daftar ini. Harapan kami, ke depannya TPQ At Taubah bisa lebih maju, pengelolaannya lebih profesional, dan administrasi lebih tertata. Kami juga berharap dengan adanya pengakuan resmi ini, lembaga kami mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah demi keberlangsungan pendidikan generasi muda di Gunung Gondang," ujar Maryana.

Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat warga Gunung Gondang dalam melegalkan lembaga pendidikannya. "Selamat kepada TPQ At Taubah. Tanda daftar ini bukan sekadar kertas, melainkan amanah untuk meningkatkan mutu pengajaran. Saya berharap lembaga ini menjadi wadah yang mencetak generasi qur'ani yang moderat dan berakhlak mulia. Kami di KUA akan terus melakukan pendampingan agar standar mutu pendidikan agama tetap terjaga," tegas Rangga. 

Usai prosesi penyerahan, kegiatan dilanjutkan dengan Kultum Tarawih. Dalam ceramahnya, Muhammad Musodiqin mengupas hadis riwayat Bukhari Muslim tentang perumpamaan orang yang membaca Al-Qur’an.

Beliau menjelaskan bahwa seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an bagaikan buah Utrujjah (Jeruk Wangi), yang memiliki aroma harum sekaligus rasa yang manis. Sebaliknya, orang yang enggan berinteraksi dengan Al-Qur’an kehilangan "keharuman" tersebut meski hatinya masih menyimpan rasa manis keimanan. "Kami ingin jamaah di At Taubah tidak hanya sekadar membaca, tapi juga memahami kandungan Al-Qur'an agar semakin dekat kepada Allah SWT," pungkas Musodiqin menutup kegiatan malam itu.

Muhammad Musodiqin

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama