Kulon Progo – MNnews // KUA Pengasih terus menunjukkan action sebagai institusi yang adaptif dan inovatif. Dalam rangka mengakselerasi kesuksesan program The Most KUA Kemenag, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos, melakukan langkah konkret melalui bimbingan Pusaka Sakinah yang terintegrasi di Dusun Gletak, Kedungasari, Jumat (13/03/26). Kegiatan ini menjadi potret nyata sinergitas lintas sektoral, di mana KUA Pengasih menggandeng Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, untuk memberikan edukasi komprehensif kepada masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Muhammad Musodiqin membawa pesan mendalam tentang filosofi hidup manusia. Mengutip kaidah dari Imam Ghazali: "Dunia adalah ladang akhirat. Maka setiap yang diciptakan Allah di dunia, bisa untuk dijadikan bekal menuju akhirat."
"Penyuluh bukan sekadar pemberi materi, tapi penggerak kesadaran. Kami ingin warga memahami bahwa setiap aktivitas, baik ibadah murni maupun kepedulian sosial, adalah sarana mensyukuri kehidupan sekaligus investasi abadi di akhirat," tegas Musodiqin.
Sejalan dengan visi kesejahteraan keluarga, Eny Puri Rahayu (Pendamping PKH) membekali warga dengan kecakapan memilih wadah plastik yang aman. "Cerdas memilih kode 5 (PP) dan label BPA-Free adalah ikhtiar menjaga kesehatan keluarga sebagai amanah dari Allah," tuturnya.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, dalam pesan singatnya menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bukti bahwa KUA Pengasih selalu bersinergi.
"Ini adalah manifestasi dari nilai-nilai The Most KUA. Kami ingin KUA Pengasih tidak hanya menjadi pusat layanan administrasi, tetapi juga menjadi pusat solusi bagi problematika umat. Sinergi ini adalah bukti kami hadir secara Terpercaya dan Optimis di tengah masyarakat," pungkas Rangga.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar