Kulon Progo –MNnews // Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren (PP) Nurudzolam pada Jumat pagi (06/03/2026). Puluhan santri tampak antusias menyimak kajian tafsir yang dibawakan oleh Kyai Abdullah,(ASN) KUA Pengasih sekaligus pimpinan pondok Nurudzolam Pengasih.
Kajian kali ini mengupas mendalam mengenai Surah Al-A'raf ayat 189, yang menceritakan fase awal kehidupan manusia di bumi. Dalam penjelasannya, Kyai Abdullah memaparkan kisah saat Ibunda Hawa mengandung untuk pertama kalinya. Seiring kandungan yang kian membesar, muncul kekhawatiran manusiawi dari Nabi Adam AS akan wujud sang buah hati yang akan lahir.
"Kala itu, Nabi Adam memanjatkan doa yang sangat tulus kepada Allah SWT agar diberikan keturunan yang saleh dan sempurna secara fisik. Beliau berjanji bahwa jika doa itu dikabulkan, maka ia akan tergolong ke dalam orang-orang yang bersyukur," urai Kyai Abdullah di hadapan para santri.
Kegiatan ini bukan sekadar kajian rutin, melainkan wujud nyata dari implementasi program Kemenag "The Most KUA" melalui skema Bruss (Bimbingan Remaja Usia Sekolah/Santri) di lingkungan pondok pesantren. Program ini bertujuan membekali generasi muda dengan pemahaman spiritual sekaligus kesiapan mental dalam menghadapi fase kehidupan di masa depan.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya kegiatan ini. Menurutnya, literasi keagamaan yang bersumber dari kisah para nabi sangat penting bagi pembentukan karakter santri. "Melalui program Brus ini, kami ingin memastikan bahwa KUA hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya santri. Kisah Nabi Adam dan Ibunda Hawa dalam Surah Al-A'raf 189 mengajarkan kita tentang pentingnya komunikasi spiritual dan rasa syukur dalam membangun keluarga. Kami berharap para santri dapat memetik hikmah bahwa setiap karunia harus disambut dengan ketaatan," ujar Rangga.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif dan doa bersama, memperkuat komitmen KUA Pengasih dalam memberikan pelayanan bimbingan masyarakat yang lebih dekat dan berdampak.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar