Kulon Progo – MNnrws / Dalam upaya menyukseskan program The Most KUA, KUA Pengasih terus bergerak aktif melakukan jemput bola edukasi ke tengah masyarakat. Bertempat di kediaman Ibu Sukarti, Siluwok Kidul, Tawangsari, pada kamis (05/03/26), Penyuluh Agama KUA Pengasih, Munawir, S.Ag., bersinergi dengan Pendamping PKH, Emi Listyawati, S.Pd., menggelar kegiatan pembinaan bagi warga setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Munawir menyampaikan materi inspiratif bertajuk "Wadah Rezeki". Ia menekankan bahwa rezeki bukan sekadar uang yang datang, melainkan bagaimana kita menyiapkan "wadah" untuk menampungnya.
Menurut Munawir, ada tujuh elemen kunci yang harus dipersiapkan oleh setiap individu:
Satu; Ilmu dan Keterampilan: Terus mengasah kemampuan agar layak menerima kesempatan besar. Dua; Mental Spiritual: Membangun fondasi keyakinan dan kejujuran dalam setiap langkah. Tiga; Takwa dan Tawakkal: Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan berserah diri setelah berikhtiar.
Empat; Perilaku (Attitude): Menjaga semangat dan etika dalam bekerja maupun bermasyarakat. Lima; Silaturahmi: Memperluas relasi karena jejaring adalah pembuka pintu peluang. Enam; Sedekah: Keyakinan bahwa memberi tidak akan mengurangi, justru menambah keberkahan. Tujuh; Pola Pikir Positif: Terbuka terhadap setiap kesempatan dan tidak membatasi potensi diri sendiri.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas sektoral ini. Dalam pernyataannya, beliau menegaskan pentingnya peran penyuluh di lapangan. "Kami sangat mendukung sinergi antara Penyuluh Agama dan Pendamping PKH ini. Program The Most KUA bukan sekadar label, melainkan komitmen kami untuk hadir memberikan solusi bagi masyarakat. Melalui penguatan mental spiritual seperti ini, kita berharap keluarga penerima manfaat tidak hanya berdaya secara ekonomi, tapi juga memiliki ketahanan spiritual yang kokoh," ujar Rangga.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi warga Siluwok Kidul untuk terus optimis dalam memperbaiki taraf hidup dan menjaga keharmonisan keluarga melalui pendekatan agama dan sosial.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar