Kulon Progo –MNnews // Kehadiran sosok penyuluh agama di tengah masyarakat menjadi jembatan penting dalam memperkuat pemahaman keagamaan. Hal ini nampak jelas dalam acara Syawalan dan Halal bihalal Paguyuban Kaum Rois Kalurahan Sendangsari yang digelar dikediaman Muhammad Musodiqin, S.Sos, di Kaliwinong Lor, Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo pada Ahad Kliwon (29/3/26).
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Basuki, S.Ag, hadir memberikan suntikan spiritual bagi para tokoh agama (Kaum Rois) yang menjadi ujung tombak di dusun masing-masing. Melalui tausiyahnya, Basuki menekankan bahwa kesalehan yang telah dipupuk selama Ramadan harus dijaga konsistensinya melalui ibadah sunnah di bulan Syawal.
Mengutip hadis sahih riwayat Muslim, Basuki memaparkan keutamaan luar biasa bagi umat muslim yang mampu menyambung puasa Ramadhan dengan puasa enam hari di bulan Syawal. "Barang siapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama enam hari pada bulan Syawal, maka dia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun," papar Basuki di hadapan puluhan anggota paguyuban.
Beliau mengajak para Kaum Rois untuk menjadi teladan bagi warga dalam mengamalkan sunnah ini. Menurutnya, puasa Syawal adalah simbol rasa syukur atas kemenangan yang telah diraih, sekaligus bentuk "penyempurna" dari ibadah wajib yang telah dilaksanakan.
Peran aktif Basuki dalam memberikan edukasi ini mendapat apresiasi dari Lurah Sendangsari, Suhardi, dan Ketua Paguyuban, AH. Sujidjo. Keduanya sepakat bahwa kehadiran penyuluh dari KUA memberikan warna tersendiri dalam mempererat persaudaraan dan menjaga kemurnian ajaran agama di tingkat kalurahan.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I., M.S.I., turut memberikan dukungan terkait peran strategis penyuluhnya di lapangan. "Kami di KUA Pengasih terus mendorong para penyuluh untuk aktif turun ke bawah, mendampingi organisasi keagamaan seperti Paguyuban Kaum Rois. Ini adalah bentuk sinergi nyata untuk memastikan pesan-pesan moderasi dan bimbingan ibadah sampai langsung ke jantung masyarakat," tegas Rangga.
Acara ditutup dengan sesi dialog interaktif antara peserta dan penyuluh, yang memperlihatkan kedekatan emosional antara KUA Pengasih dengan para tokoh agama di Sendangsari. Melalui kegiatan ini, diharapkan para Kaum Rois semakin termotivasi dalam menjalankan tugas mulianya di tengah umat.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar