Kulon Progo – MNnews // Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus mematangkan langkah dalam menyukseskan program The Most KUA melalui kolaborasi lintas sektor. Pada Jumat pagi (07/03/2026), sinwrgi tersebut diwujudkan dalam giat pendampingan bersama Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pusaka Sakinah yang bertempat di kediaman Ibu Sujinah, Kalinongko RT 016 RW 08, Kalurahan Kedungsari.
Hadir dalam pertemuan tersebut, penyuluh agama Muhammad Musodiqin, S.Sos., menekankan pentingnya menjaga produktivitas diri. Mengutip pesan bijak Luqman al-Hakim kepada anaknya: Wahai anakku, ketika lambungmu terasa penuh, maka daya pikirmu akan tertidur, hikmah akan menghilang, dan malasnya anggota tubuh untuk melaksanakan ibadah.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi warga agar tidak terjebak dalam zona nyaman atau sifat konsumtif, melainkan terus mengasah ketajaman berpikir untuk menciptakan kemandirian.
Sejalan dengan hal itu, Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, mengajak para peserta yang masih berada di usia produktif untuk mulai merintis embrio usaha, baik secara daring (online) maupun luring (offline). Ia menegaskan bahwa bantuan sosial bersifat stimulan dan tidak selamanya ada. "Jika kita berdaya secara ekonomi, manfaatnya akan berdampak luas. Tidak hanya meningkatkan taraf hidup keluarga dan memperluas relasi, tetapi juga memungkinkan kita untuk berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar," ujar Eny di hadapan warga.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I., M.S.I., dalam pernyataan terpisah memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Beliau menegaskan bahwa ketahanan ekonomi adalah salah satu pilar utama dalam mewujudkan keluarga yang sakinah. "KUA tidak hanya hadir dalam urusan administratif pernikahan, tetapi juga ikut bertanggung jawab dalam penguatan ekonomi keluarga melalui Pusaka Sakinah. Melalui program The Most KUA, kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga di wilayah Pengasih memiliki kemandirian dan daya saing. Semangat berwirausaha yang ditanamkan hari ini adalah modal utama menuju keluarga yang lebih sejahtera dan maslahat," tutur Rangga.
Kegiatan ini diharapkan mampu memicu lahirnya unit-unit usaha baru di tingkat dusun, sekaligus memperkuat peran KUA sebagai pusat layanan yang solutif bagi problematika sosial dan ekonomi masyarakat.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar