Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads ' alt='Header Ads'/> Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads

Cegah Pernikahan Dini, KUA Pengasih Gelar Pembinaan BRUS di Ponpes Nurudzolam

Kulon Progo  –MNnews //  Sebagai langkah nyata implementasi program The Most KUA, Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih menyelenggarakan kegiatan pembinaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Pondok Pesantren Nurudzolam, Pengasih, pada Senin (09/03/2026) siang.

Hadir sebagai pemateri, dua Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Luazizah, S.H.I. dan Mukhyidin, S.Sos. Keduanya memberikan edukasi mendalam mengenai bahaya pergaulan bebas serta pentingnya pencegahan pernikahan dini bagi para santri yang sedang menempuh pendidikan di tingkat sekolah menengah.

Dalam paparannya, Luazizah menekankan bahwa membentengi diri dari pergaulan bebas bukan hanya soal norma sosial, melainkan perintah agama yang bersifat preventif. Ia mengutip dalil Al-Qur'an Surat Al-Isra ayat 32: "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."

"Mendekati saja sudah dilarang oleh Allah SWT, karena pintu masuk menuju zina bermula dari pergaulan yang tanpa batas. Dengan memahami ayat ini, kami berharap para santri memiliki filter yang kuat di tengah gempuran tren pergaulan masa kini," jelas Luazizah.

Siswa-siswi di Ponpes Nurudzolam menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Suasana kelas menjadi hidup dengan sesi diskusi interaktif, di mana para peserta menyimak dengan seksama dampak buruk pernikahan dini, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun ekonomi.

Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KUA untuk menciptakan generasi emas yang berkualitas. "Melalui program Most KUA, kami ingin hadir lebih dekat dengan remaja. Pembinaan BRUS ini adalah investasi jangka panjang untuk menekan angka pernikahan anak di bawah umur dan memastikan mereka fokus pada pendidikan serta masa depan terlebih dahulu," ungkap Rangga.

Di sisi lain, perwakilan Kepala Sekolah/Pengasuh Ponpes Nurudzolam, ibu Evi memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif KUA Pengasih. "Kami sangat mendukung kegiatan ini. Pembekalan dari para penyuluh sangat membantu kami dalam mengedukasi santri agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Semoga sinergi ini terus berlanjut demi menjaga akhlak generasi muda kita," tuturnya.

Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama dari para siswa untuk menjadi pelopor remaja yang sehat dan berakhlakul karimah.(lua/dpj).

Muhammad Musodiqin

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama