Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads ' alt='Header Ads'/> Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads

Wujudkan Kemandirian Ekonomi dan Spiritual, Penyuluh Agama KUA Pengasih Gandeng PKH Edukasi Warga Margosari


 Kulon Progo – MNnews // Kolaborasi lintas sektor dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat terus digalakkan. Kali ini, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih bersinergi dengan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menggelar kegiatan pendampingan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Karangtengah Kidul, Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih.


Dalam pertemuan tersebut, Pendamping PKH, Bekti Mulatsih, memberikan pesan tegas namun memotivasi kepada para warga binaannya. Ia menekankan pentingnya mentalitas mandiri agar tidak selamanya bergantung pada bantuan pemerintah. "Bantuan sosial ini tidak selamanya mengalir seperti dana pensiun. Ada kalanya bantuan ini akan berhenti sewaktu-waktu sesuai regulasi dan perkembangan kondisi ekonomi keluarga. Oleh karena itu, para KPM harus siap secara mental dan ekonomi jika kelak sudah harus graduasi (lepas dari bantuan)," ujar Bekti.

Senada dengan hal tersebut, Luazizah, S.H.I., selaku Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, hadir memberikan sentuhan rohani guna memperkuat spiritualitas warga. Ia memaparkan materi tentang Hakikat Syukur yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Luazizah menjelaskan bahwa bersyukur tidak hanya diucapkan di bibir, melainkan harus mencakup tiga dimensi utama: Satu; Syukur dengan Lisan: Mengakui nikmat dengan ucapan hamdalah. Dua; Syukur dengan Perbuatan: Menggunakan bantuan atau rezeki yang ada untuk hal-hal yang bermanfaat dan produktif. Tiga; Syukur dengan Hati: Meyakini sepenuhnya bahwa setiap rezeki datangnya dari Allah SWT.
"Bagi bapak dan ibu yang saat ini menerima bantuan, teruslah bersyukur dengan memanfaatkannya sebaik mungkin. Namun, bagi yang nantinya tidak lagi menerima, tetaplah bersyukur. Sebab, rezeki Tuhan itu luas dan bisa datang dalam bentuk lain, seperti kesehatan, keluarga yang rukun, tetangga yang baik maupun kesempatan usaha lainnya," jelas Luazizah dengan lembut.

Ditemui diruang kerjanya, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. Menurutnya, tugas Penyuluh Agama memang harus menyentuh akar rumput untuk memberikan penguatan mental. "Kami sangat mendukung sinergi antara Penyuluh Agama dan PKH. Penguatan statemen spiritual sangat penting agar masyarakat memiliki ketahanan mental. Kita ingin warga tidak hanya terbantu secara materi, tetapi juga kaya secara hati dan pikiran, sehingga mereka optimis menatap masa depan meski tanpa ketergantungan pada bantuan," pungkas Rangga.

Kegiatan yang berlangsung di Karangtengah Kidul ini berjalan khidmat dan interaktif, diharapkan mampu mengubah pola pikir warga dari penerima bantuan menjadi sosok yang lebih mandiri dan religius.


Muhammad Musodiqin

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama