Kulon Progo, MNnews // Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih kembali menggelar kegiatan rutin Palita Madinahku yang berlangsung khidmat pada hari Rabu (14/01/26). Acara yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan ini dihadiri langsung oleh Panewu Kapanewon Pengasih bapak Drs. Sunarya, MM, beserta jajarannya.
Kegiatan diawali dengan tadarus bersama membaca Al-Qur'an Surah Al-Qasas ayat 1-88. Lantunan ayat suci ini diikuti dengan penuh khusyuk oleh seluruh peserta, menciptakan suasana yang tenang dan religius di lingkungan KUA Pengasih.
Setelah tadarus bersama, acara dilanjutkan dengan sesi kajian, materi pertama disampaikan oleh Sugiyono, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Pengsih yang mengupas tuntas mengenai urgensi Hidayah. Ia menekankan bahwa hidayah adalah hak prerogatif Allah SWT, namun manusia berkewajiban untuk terus menjemput dan menjaganya melalui amal saleh dan keikhlasan hati.
Sementara itu, Kyai Abdullah dalam kajian keduanya memberikan pesan mendalam mengenai keseimbangan hidup. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk merefleksikan prioritas kehidupan. "Manusia hendaknya lebih mengutamakan urusan akhirat tanpa melupakan bagian dunianya. Kunci keberkahan hidup adalah dengan senantiasa berbuat baik kepada sesama manusia sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada kita," tutur Abdullah dalam tausiyahnya.
Kehadiran Panewu Pengasih, menambah bobot kegiatan ini. Beliau mengapresiasi konsistensi KUA Pengasih dalam membina spiritualitas pegawai dan masyarakat melalui program Palita Madinahku. Menurutnya, sinergi antara umaro (pemerintah) dan ulama sangat penting untuk menciptakan wilayah Pengasih yang harmonis dan religius.
Menutup rangkaian acara, Sumanggiyo Usadi, MH., Penghulu KUA Pengasih menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar. "Melalui Palita Madinahku, kami ingin mewujudkan lingkungan kerja yang tidak hanya profesional secara administratif, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual. Kami berharap materi tentang hidayah dan keseimbangan dunia-akhirat tadi dapat diimplementasikan dalam pelayanan kita sehari-hari kepada masyarakat," ungkap Sumanggiyo.
Muhammad Musodiqin









.gif)


Posting Komentar