Bantul, MNnews | Pelaksanaan acara pelepasan siswa kelas IX SMPN 2 Imogiri, Bantul, pada Senin, 2 Juni 2025, di Aula Kelurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, menyisakan polemik di kalangan orang tua wali siswa, Selasa 3 Mei 2025.
Pungutan biaya sebesar Rp662.500 per siswa untuk kegiatan tersebut menuai banyak keluhan dan keberatan.
Salah seorang wali siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa keberatannya. "Kami selaku wali siswa merasa keberatan dengan iuran sebesar itu," terangnya. Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini, beberapa wali siswa bahkan belum mampu melunasi pembayaran tersebut.
Menanggapi keluhan ini, Kepala SMPN 2 Imogiri, Kusnardi, M.Pd., saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa iuran tersebut merupakan inisiatif dan kesepakatan dari pihak komite sekolah.
Ketika ditanya mengenai rincian penggunaan dana, Kusnardi merinci bahwa Rp150.000 dialokasikan untuk biaya pelepasan siswa. Sementara itu, sisa dana akan digunakan sebagai sumbangan untuk pihak sekolah.
Kusnardi menambahkan bahwa sekolah berencana mendirikan musala, dan pembiayaan untuk pembangunan tersebut salah satunya berasal dari sumbangan wali siswa.
Polemik ini menjadi sorotan mengingat situasi pemerintah yang sedang gencar melakukan efisiensi anggaran. Di sisi lain, pihak sekolah justru menerima sumbangan dari wali siswa, padahal banyak di antaranya adalah keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas dan kebijakan pungutan di lembaga pendidikan, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang beragam.
Red









.gif)


Posting Komentar