Bantul, MNnews | Pelaksanaan pelepasan siswa SMPN 3 Banguntapan, Bantul, pada Senin, 2 Juni 2025, menyisakan polemik di kalangan wali murid. Pasalnya, acara yang digelar di Gedung Serbaguna Segoroyoso Pleret, Bantul, ini membebankan iuran sebesar Rp 750.000 per siswa. Jumlah yang dinilai memberatkan di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Banyak wali siswa yang mengeluhkan besarnya iuran tersebut. Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMPN 3 Banguntapan, Lies Arifah, M.Pd, menjelaskan bahwa pungutan iuran ini merupakan inisiatif dari komite sekolah.
Namun, penjelasan Lies Arifah justru menimbulkan pertanyaan lebih lanjut. Ketika ditanya mengenai peruntukan dana iuran, Lies menyebutkan bahwa Rp 620.000 dari total iuran digunakan sebagai sumbangan untuk sekolah, sementara sisanya diperuntukkan bagi kegiatan pelepasan siswa. Angka sumbangan sebesar Rp 620.000 ini dinilai sangat besar, terutama di tengah kesulitan ekonomi yang masih melanda masyarakat.
Ironisnya, saat didesak lebih jauh mengenai detail peruntukan sumbangan sebesar Rp 620.000 tersebut, Lies Arifah tidak dapat memberikan penjelasan yang memadai. Dengan jumlah siswa sebanyak 260 siswa, total sumbangan yang terkumpul dari wali murid akan mencapai angka yang signifikan, sehingga transparansi mengenai penggunaannya menjadi krusial.
Situasi ini menyoroti masih adanya sekolah yang menerima sumbangan dari wali murid tanpa kejelasan peruntukan, di saat perekonomian masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Insiden Amplop untuk Awak Media.Setelah wawancara dengan Kepala Sekolah selesai, awak media yang melakukan konfirmasi mengalami insiden yang menimbulkan tanda tanya besar. Saat hendak meninggalkan lokasi dan sampai di area parkir, dua orang guru mengantar awak media dan menyodorkan dua amplop. Pihak media menolak amplop tersebut, namun kedua guru tersebut bersikeras dan bahkan meletakkan amplop tersebut di dalam mobil.
Peristiwa ini semakin menambah kecurigaan dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai praktik pengelolaan dana serta transparansi di SMPN 3 Banguntapan. Insiden ini juga memunculkan kekhawatiran tentang integritas institusi pendidikan dan praktik belajar mengajar di sekolah tersebut.
Red









.gif)


Posting Komentar