Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads

Polemik Makam Bung Karno Buka 24 Jam: Omzet Pedagang Anjlok, Pemkot Blitar Siapkan Skema Solutif


 BLITAR

MNnews  // Kebijakan uji coba pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam penuh yang dimulai sejak 15 Agustus 2026 menuai pro dan kontra. Di satu sisi kebijakan ini mendongkrak angka kunjungan wisata, namun di sisi lain memicu keluhan dari para pedagang dan pelaku usaha sekitar yang mengaku mengalami penurunan omzet.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota Blitar bersama para perwakilan pedagang masih duduk bersama mencari jalan keluar terbaik agar sektor pariwisata dan ekonomi kerakyatan dapat berjalan selaras.

Gogok, salah seorang perwakilan pedagang di kawasan Makam Bung Karno, mengungkapkan bahwa kebijakan operasional penuh sepanjang hari ini berdampak langsung pada pendapatan para pelaku usaha. Penurunan omzet tidak hanya dirasakan oleh pemilik kios suvenir dan kuliner, tetapi juga merembet ke para pengayuh becak, pengelola homestay, hingga pelaku UMKM lokal.

Menurut Gogok, para pedagang kerap kehilangan potensi pembeli dari peziarah malam karena kios-kios sudah tutup. Namun di sisi lain, pedagang keberatan jika harus memaksakan diri membuka kios selama 24 jam penuh.

"Kami berharap jam operasional makam bisa dievaluasi, tidak harus dibuka 24 jam penuh. Usulan kami, kawasan makam bisa dibuka mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 20.00 atau 22.00 WIB," ujar Gogok.

Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyampaikan permohonan maaf apabila kebijakan anyar ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembukaan makam 24 jam bertujuan memberikan keleluasaan maksimal bagi para peziarah dan pecinta Bung Karno dari berbagai daerah untuk berziarah kapan saja.

Berdasarkan data evaluasi sementara pada Agustus 2026 pasca-kebijakan diberlakukan, tingkat kunjungan menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan pada siang hari tercatat mencapai sekitar 18.000 orang, sementara kunjungan malam hari menyusul di angka sekitar 2.000 orang.

Sebagai langkah mitigasi, Pemkot Blitar tidak menutup mata atas aspirasi warganya. Wali Kota Blitar menyatakan pihaknya tengah menggodok berbagai opsi solusi, salah satunya dengan mengatur ulang pola aktivitas operasional pedagang agar terbagi secara proporsional antara siang dan malam hari.

Salah satu skema yang sedang dipertimbangkan adalah memberlakukan sistem giliran (shift) bagi sebagian pedagang untuk tetap berjualan pada malam hari. Pemerintah optimis, dengan lonjakan volume kunjungan wisatawan yang terus meningkat, perputaran roda ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar Makam Bung Karno lambat laun akan ikut terkerek naik.

Proska

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama