Kulon Progo -- MNnews // Selasa, 7 Juli 2026, di rumah Ibu Rohaniyati, Kalinongko, Kedungsari, Kapanewon Pengasih.
Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, menyampaikan peluang kuliah gratis (8 semester/4 tahun) dan uang saku bulanan di STPMD "APMD" Yogyakarta melalui beasiswa KIP Kuliah bagi anak-anak KPM PKH untuk memutus rantai kemiskinan.
Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., memberikan tausiyah tentang keutamaan bersedekah (dermawan) berdasarkan HR. Bukhari, bahwa bersedekah tidak mengurangi harta melainkan mendatangkan berkah dan doa dari malaikat.
Sementara itu pertemuan KPM PKH di Kediaman Bapak Iwan Krisdiyanto (Fokus: Kesehatan Lansia & Hakikat Dunia).
Selasa, 7 Juli 2026, di rumah Bapak Iwan Krisdiyanto, Kalinongko, Kedungsari, Kapanewon Pengasih (dihadiri warga RT 015).
Eny Puri Rahayu mengedukasi warga untuk rutin membawa anggota keluarga lansia ke Posyandu Lansia demi deteksi dini penyakit. Kehadiran ini kini diintegrasikan sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban komponen kesehatan KPM PKH.
Muhammad Musodiqin menyampaikan tausiyah berdasarkan Al-Qur'an Surat Al-Kahfi Ayat 46. Ia mengingatkan bahwa harta dan anak adalah perhiasan dunia yang tidak kekal, sehingga harus dijadikan sarana untuk memupuk amalan saleh demi kebahagiaan di akhirat.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi tinggi terhadap kedua kegiatan terpadu ini. Menurutnya, pertemuan-pertemuan tersebut sangat komprehensif dan selaras dengan prinsip ketahanan keluarga sakinah karena berhasil menyeimbangkan urusan duniawi (pendidikan dan kesehatan fisik) dengan urusan ukhrawi atau spiritual (kedermawanan dan orientasi akhirat).
KUA Pengasih menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kolaborasi pembinaan masyarakat seperti ini.
Kedua pertemuan rutin PKH di wilayah Kalinongko tersebut berjalan dengan lancar, khidmat, dan interaktif. Program ini berhasil memadukan edukasi praktis mengenai kesejahteraan hidup (akses beasiswa kuliah dan layanan kesehatan lansia) dengan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi masyarakat.
Mohammad Mmusodikin
Tags:
SOSIAL





