Kulon Progo –MNnews // Kolaborasi lintas instansi dalam meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia (lansia) kembali diwujudkan secara nyata. Pada Rabu (08/07/26), program Sekolah Lansia bertajuk Pusaka Sakinah Lansia sukses digelar di kediaman Bapak Kepala Dusun (Kadus) Jamus, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini diinisiasi bersama oleh Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Pengasih, Puskesmas Pengasih 1, dan Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih. Dipandu dengan apik oleh Kader PLKB Pengasih, Tri Wahyuni, acara ini memadukan pembekalan jasmani berupa kesehatan dan kebersihan dengan siraman rohani yang mendalam.
Dalam salah satu sesinya, materi Sekolah Lansia diisi dengan edukasi praktis mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan diri. Materi ini sangat krusial bagi para lansia agar mereka tetap dapat menikmati hari tua dengan bugar, mandiri, dan terhindar dari berbagai penyakit, sekaligus mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan rumah.
Sementara itu, untuk pemenuhan aspek spiritual, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., hadir memberikan materi keagamaan yang menyentuh hati dengan tema "Keutamaan Wudhu dan Shalat".
Dalam pemaparannya, Munawir menjelaskan bahwa ibadah harian wudhu dan shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan kelak akan menjadi penyelamat di akhirat. Ia memaparkan bahwa bekas air wudhu yang rutin dibasuh selama di dunia akan meninggalkan Ghurran Muhajjalin (cahaya putih yang bersinar di wajah, tangan, dan kaki). Selain itu, orang yang rajin mendirikan shalat dan bersujud akan memiliki Atsaar us-Sujud (tanda bekas sujud yang bercahaya).
Kedua hal inilah yang di akhirat nanti akan menjadi identitas dan penanda khusus bagi Rasulullah SAW untuk mengenali umatnya.
"Wudhu dan sujud adalah mahkota cahaya kita kelak. Melalui tanda Ghurran Muhajjalin dan Atsaar us-Sujud inilah, Rasulullah SAW akan mengenali kita di padang mahsyar. Bahkan, bagi ummatnya yang memiliki banyak dosa besar, tanda-tanda inilah yang membuka jalan bagi mereka untuk mendapatkan Syafa'atul 'Udzma (syafaat yang agung) dari Nabi Muhammad SAW," tutur Munawir di hadapan para lansia yang menyimak dengan takzim.
Ditemui secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap sinergi program lintas sektoral ini. Menurutnya, Sekolah Lansia melalui program Pusaka Sakinah adalah wadah yang sangat ideal.
"Kami sangat mendukung penuh kegiatan Sekolah Lansia ini. Ini adalah wujud pelayanan negara yang holistik untuk orang tua kita di usia senja. Melalui sinergi antara PLKB, Puskesmas, dan KUA, kita tidak hanya memastikan fisik para lansia ini sehat dan bersih melalui edukasi medis, tetapi juga memastikan batin dan spiritual mereka semakin mantap dan tenang dalam beribadah. Menanamkan pemahaman tentang keutamaan wudhu dan shalat di usia senja adalah modal utama agar para lansia kita menjadi lansia yang tangguh, husnul khatimah, dan bahagia lahir batin," tegas Rangga.
Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan sederhana dan doa bersama, menyisakan senyum kebahagiaan di wajah para lansia Dusun Jamus yang hadir.
Muhammad Musodiqin
Tags:
UMUM





