Sinergi SIKAP BAIK: Tanamkan Energi Kejujuran dan Bakti Orang Tua di Kalangan KPM PKH


 Kulon Progo  –MNnews //  Kolaborasi  kembali ditunjukkan dalam kegiatan SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Adaptif Inklusif). Bertempat di salah satu rumah PKH, pertemuan dilaksanakan pada Senin (12/05/26). Penyuluh Agama Islam, Muhammad Munawir, S.Ag., bersama Pendamping PKH, Emi Listiawati, S.Pd., memberikan penguatan mental dan spiritual bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).


Dalam tausiyahnya, Muhammad Munawir, S.Ag., mengangkat tema sentral bertajuk "Energi Kejujuran membawa Keberuntungan". Ia menekankan bahwa kejujuran bukan sekadar moralitas, melainkan fondasi utama dalam menjemput rezeki yang berkah.

"Kejujuran adalah energi positif. Ketika kita jujur dalam kondisi apa pun, Allah akan membukakan pintu-pintu keberuntungan yang tidak disangka-sangka. Rezeki yang sedikit namun jujur jauh lebih berdaya guna daripada banyak namun penuh manipulasi," ujar Munawir di hadapan para peserta.

Selain kejujuran, Munawir juga menyoroti Keutamaan Sedekah kepada Orang Tua. Menurutnya, kunci sukses seorang anak termasuk dalam upaya peningkatan taraf hidup sangat bergantung pada ridha dan bakti kepada orang tua. Sedekah terbaik bukanlah kepada orang lain, melainkan mencukupi dan memuliakan orang tua kandung terlebih dahulu.

Sementara itu, Emi Listiawati selaku pendamping PKH menambahkan bahwa integrasi nilai-nilai agama dalam pertemuan kelompok sangat penting untuk membangun kemandirian KPM. Program SIKAP BAIK ini diharapkan mampu mengubah pola pikir peserta agar tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga memiliki mentalitas pemberi dan pekerja keras yang jujur.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi kolaborasi ini. Beliau menegaskan bahwa peran Penyuluh Agama harus adaptif dan masuk ke seluruh lini masyarakat, termasuk dalam penguatan program sosial pemerintah.

"Kami sangat mendukung penuh inisiatif SIKAP BAIK ini. Tugas KUA bukan hanya soal pernikahan, tapi juga memastikan ketahanan keluarga secara ekonomi dan spiritual. Melalui sinergi antara Penyuluh Agama dan Pendamping PKH, kita ingin mencetak keluarga yang tidak hanya berdaya secara finansial, tapi juga memiliki karakter jujur dan berakhlak mulia. Inilah esensi dari masyarakat yang inklusif dan adaptif."

Kegiatan SIKAP BAIK ini ditutup dengan doa bersama. Suasana khidmat menyelimuti akhir acara, di mana para peserta diharapkan dapat membawa pulang nilai-nilai kejujuran dan semangat berbakti untuk diterapkan dalam lingkungan keluarga masing-masing. Langkah kolaboratif ini menjadi bukti nyata komitmen KUA dalam mengawal program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dan menyentuh aspek spiritual terdalam.

Muhammad Musodiqin

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama