Kulon Progo – MNnews // Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus menunjukkan komitmen nyata dalam bertransformasi menjadi lembaga layanan yang solutif dan dekat dengan umat. Melalui program "The Most KUA", KUA Pengasih kini melakukan integrasi program pembinaan keluarga sakinah langsung ke basis masyarakat paling bawah.
Langkah konkret ini terlihat dalam kegiatan pengajian rutin Majelis Taklim Al Muttaqin yang berlokasi di Ringin Ardi, RT 58 RW 26, Karangsari, Pengasih pada Rabu (25/02/26). Tidak hanya melibatkan peran Penyuluh Agama Islam, jajaran ASN KUA Pengasih juga tampil aktif memberikan edukasi keagamaan secara langsung.
Hadir sebagai narasumber, Winardi, A.Md., yang merupakan ASN KUA Pengasih sekaligus tokoh agama setempat, dalam tausiyahnya, ia membedah pesan mendalam dari Al-Qur'an Surat At-Tahrim ayat 6 sebagai pondasi utama dalam membangun keluarga yang tangguh. "Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..."
"Visi The Most KUA bukan sekadar mengejar predikat terbaik secara administratif, melainkan bagaimana nilai-nilai agama benar-benar terimplementasi dalam keluarga. Menjaga keluarga dari api neraka adalah tugas kolektif yang dimulai dari pemahaman agama yang kuat di tingkat rumah tangga," tegas Winardi di hadapan jamaah ibu-ibu Majelis Taklim.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, menyatakan bahwa aksi terjun langsung ke masyarakat ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menyukseskan program Kemenag. "Kami ingin KUA Pengasih tampil action di semua lini. Kehadiran ASN kami di tengah majelis taklim adalah bukti bahwa KUA hadir untuk memberikan bimbingan dan perlindungan spiritual bagi keluarga-keluarga di wilayah Pengasih. Inilah esensi dari ketahanan keluarga yang sesungguhnya," ujar Rangga, memberikan penguatan.
Integrasi program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan masyarakat sekaligus memperkokoh posisi KUA Pengasih sebagai pionir dalam pelayanan umat yang inklusif dan responsif.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar