Kulon Progo – MNnews // Memasuki pengujung bulan Februari, Balai Kalurahan Karangsari menjadi saksi kolaborasi hangat antara penyuluh agama, petugas kesehatan, dan penyuluh keluarga berencana. Pada Rabu Pagi (25/02/26), dilaksanakan kegiatan Pusaka Sakinah sebagai wujud terlaksananya program kegiatan Kemenag The Most KUA yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Luazizah, S.H.I., dengan pendampingan penuh dari ibu-ibu kader Kalurahan Karangsari.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kamituwa Karangsari, Sugeng Riyanto. Beliau mengapresiasi kehadiran para narasumber yang membawa materi krusial bagi ketahanan keluarga di wilayahnya.
Dalam sesi utama, Luazizah, S.H.I. memaparkan materi bertajuk "Cerdas Mengelola Keuangan di Bulan Ramadan". Mengingat Ramadan seringkali diikuti dengan lonjakan pengeluaran, ia menekankan pentingnya skala prioritas agar ibadah tetap khusyuk tanpa terganggu beban finansial yang membengkak.
Luazizah juga mengajak yang hadir untuk melakukan perencanaan, pengelolaan atau manajemen seperti membuat metode amplop digital/fisik guna memisahkan dana kedalam pos pos yang spesifik misalnya pos ibadah (dana zakat fitrah, zakat mal, fidyah dan sedekah subuh), pos pangan (dana untuk berbuka dan makan sahur), pos sosial (dana bukber atau hampers lebaran) dan pos dana untuk mudik.
Tak kalah penting, Samsudin dari PLKB Pengasih memberikan edukasi mengenai ancaman Child Grooming. Ia menjelaskan bahwa ini merupakan bentuk manipulasi orang dewasa untuk melakukan pelecehan seksual pada anak.
"Anak-anak harus dibekali keberanian untuk berkata 'TIDAK' dan memahami batasan tubuh mereka agar terhindar dari pola manipulasi ini," tegas Samsudin.
Melengkapi aspek kesehatan lingkungan, Purminingsih dari Puskesmas 2 Pengasih mengingatkan warga mengenai bahaya virus Leptospirosis. Penyakit yang bersumber dari urin tikus ini patut diwaspadai, terutama di musim-musim tertentu, dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sanitasi secara ketat.
Menanggapi keberhasilan kegiatan ini, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, menyampaikan pesan penutup sebagai bentuk dukungan moral bagi para penyuluh di lapangan: "Kegiatan Pusaka Sakinah ini adalah bukti nyata bahwa peran Penyuluh Agama tidak hanya terbatas pada urusan ibadah ritual semata, tetapi juga menyentuh ketahanan ekonomi dan perlindungan keluarga. Kami berharap edukasi lintas sektor ini mampu menciptakan masyarakat Karangsari yang lebih berdaya, sehat, dan aman bagi anak-anak." tegas Rangga.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar