SURABAYA – MNnews // Ancaman krisis air bersih yang mulai menghantui puluhan desa di Kabupaten Pacitan mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im. Legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera mengambil langkah cepat dan terukur untuk melindungi masyarakat dari dampak musim kemarau.
“Kita tentu prihatin melihat ancaman kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat Pacitan. Jangan sampai warga mengalami kesulitan air bersih baru pemerintah bergerak. Antisipasi harus dilakukan sejak dini,” ujar Suli Da’im saat ditemui di Gedung DPRD Jatim, Selasa (2/6/2026).
Keprihatinan Suli Da'im ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, tercatat sedikitnya 34 desa berpotensi mengalami kekeringan ekstrem dan kesulitan air bersih pada musim kemarau tahun 2026. Menurutnya, daerah-daerah perbukitan dan wilayah yang selama ini menjadi langganan rawan kekeringan harus menjadi prioritas utama penanganan.
Butuh Solusi Jangka Panjang dan Permanen
Ketua Umum IKA Umsida tersebut menegaskan bahwa akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang wajib dipenuhi oleh negara. Oleh sebab itu, ia menekankan bahwa penanganan dari pemerintah tidak boleh hanya bersifat musiman. Selain kesiapan dropping (distribusi) air bersih, pemerintah dituntut memikirkan solusi jangka panjang agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap tahun.
“Kita perlu memperkuat pembangunan sumur bor, embung, pipanisasi, dan konservasi sumber mata air. Jangan hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga solusi permanen untuk masyarakat,” tegas wakil rakyat yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim IX tersebut.
Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Lebih lanjut, legislator senior yang telah menjabat selama 4 periode ini meminta instansi terkait—mulai dari BPBD, Dinas PUPR, PDAM, hingga pemerintah kecamatan dan desa—untuk memperkuat koordinasi. Sinergi ini dinilai krusial mengingat puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus hingga September mendatang.
Sebagai wakil rakyat yang merepresentasikan wilayah Pacitan, Suli Da’im berkomitmen untuk terus mengawal persoalan kekeringan ini agar mendapatkan atensi serius, baik dari pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Saya akan terus mendorong agar kebutuhan masyarakat Pacitan, khususnya terkait air bersih, benar-benar menjadi perhatian. Masyarakat di pelosok dan wilayah pegunungan tidak boleh dibiarkan menghadapi kesulitan sendiri,” pungkasnya.
Muh Nurcholis









.gif)

Posting Komentar