Transformasi Ketahanan Keluarga; KUA Pengasih Bekali Puluhan Catin Melalui Bimwin Partisipatif


 Kulon Progo  – MNnews // am upaya memperkuat fondasi ketahanan keluarga di tingkat akar rumput, Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pra-Nikah bagi para calon pengantin (catin). Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis pagi (07/05/26) diikuti oleh 34 peserta dengan mengedepankan metode pembelajaran orang dewasa (andragogy) yang interaktif.


Bimbingan ini menghadirkan diskursus mendalam melalui tiga pilar materi utama yang menjadi kunci stabilitas rumah tangga:
Pilar Spiritual & Filosofis: Luazizah, S.H.I. mengupas tuntas metodologi pembangunan keluarga sakinah. Beliau menekankan bahwa kematangan spiritual adalah jangkar utama dalam menghadapi dinamika problematika rumah tangga modern.

Pilar Kesehatan & Reproduksi: Mengingat pentingnya pencegahan stunting dan kesehatan ibu-anak, Lilik Wuryani, A.Md.Keb., memaparkan edukasi kesehatan reproduksi secara komprehensif. Materi ini bertujuan agar pasangan memiliki kesadaran medis sejak masa pra-konsepsi.

Pilar Ketahanan Ekonomi: Basuki, S.Ag. membekali peserta dengan literasi manajemen keuangan. Dalam sesi ini, ditekankan bahwa pengelolaan finansial yang transparan dan terukur merupakan salah satu benteng utama dalam meminimalisir potensi konflik domestik.

Peserta tidak hanya diposisikan sebagai pendengar pasif. Panitia menerapkan metode stimulasi di mana para catin diajak mensimulasikan penyelesaian konflik dan penyusunan anggaran rumah tangga. Pendekatan ini dirancang agar setiap pasangan mampu memvisualisasikan tujuan pernikahan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah ke dalam langkah-langkah konkret.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat Bimwin sebagai bentuk rekognisi atas kesiapan para catin dalam menempuh jenjang kehidupan baru.

Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I., menegaskan bahwa Bimwin merupakan langkah strategis dalam mewujudkan misi The Most KUA (Mandiri, Objektif, Sinergi, dan Terpercaya). "Kami tidak ingin para calon pengantin hanya memiliki kesiapan administratif. Lewat bimbingan yang berbobot ini, kami mendorong transformasi pola pikir. Melalui latihan stimulan yang diikuti dengan antusias, para peserta diharapkan memiliki kecakapan hidup (life skills) dalam memimpin dan mengelola keluarga. Ini adalah ikhtiar nyata KUA Pengasih dalam membangun masyarakat yang bermula dari keluarga yang kuat," ujar Rangga.

Muhammad Musodiqin

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama