Sinergi KUA Pengasih dan PKH di Kalinongko; Tekankan Bakti pada Orang Tua Sebagai Ibadah Mulia


 Kulon Progo  –MNnews //  Rangkaian program SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Adaptif Inklusif) terus berlanjut menyasar wilayah pedesaan di Kapanewon Pengasih. Kali ini, kegiatan pendampingan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaksanakan di kediaman Bapak Sutowiyono, RT 013 RW 007, Kalinongko, Kedungsari, pada Selasa siang (12/05/26).

Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama Islam, Muhammad Musodiqin, S.Sos., bersama Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, untuk memberikan edukasi terpadu kepada warga setempat mulai pukul 11.30 WIB. 

Dalam paparannya, Eny Puri Rahayu menjelaskan bahwa merawat lansia bukan sekadar rutinitas keluarga, melainkan sebuah kewajiban yang mencakup aspek moral, sosial, hingga hukum. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesejahteraan fisik dan mental lansia. "Memastikan orang tua kita mendapatkan perawatan yang layak, baik secara fisik maupun spiritual, adalah kunci untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang sejahtera dan inklusif. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," tutur Eny.

Sejalan dengan materi sosial tersebut, Muhammad Musodiqin memberikan penguatan dari sudut pandang agama mengenai urgensi Birrul Walidain atau berbakti kepada orang tua. Beliau menegaskan bahwa merawat orang tua di masa senja adalah amal saleh yang mendatangkan keberkahan luar biasa.
Beliau membacakan firman Allah SWT dalam QS. Al-Isra’ ayat 23 yang artinya: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."  "Ayat ini secara tegas melarang kita untuk berkata kasar, bahkan sekadar ucapan 'ah' kepada orang tua. Sebaliknya, kita diperintahkan untuk bertutur kata yang mulia dan penuh kasih sayang, terutama saat mereka sudah berusia lanjut," jelas Musodiqin di hadapan warga Kalinongko. 

Ditemui secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, menyatakan bahwa konsistensi kegiatan di titik-titik seperti Kalinongko merupakan bukti nyata transformasi KUA yang lebih dekat dengan umat.
"Melalui program SIKAP BAIK, kami ingin menunjukkan bahwa KUA hadir secara nyata dalam dinamika sosial masyarakat. Pendekatan agama yang dipadukan dengan program sosial pemerintah seperti PKH diharapkan mampu membangun mentalitas masyarakat yang lebih peduli dan beradab dalam merawat kelompok rentan, termasuk lansia," tegas Rangga.

Kegiatan pendampingan ini berlangsung dengan suasana kekeluargaan yang erat dan mendapat respon positif dari para peserta yang hadir.

Muhammad Musodiqin

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama