MNnews // Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat basis. Hal ini terlihat dalam kegiatan Syawalan yang digelar di kediaman Ibu Suremi, RT 19, Banaran, Sidomulyo, pada Kamis (09/04/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pendamping PKH, Erwan Febri Wijayanto, untuk memperkuat koordinasi lapangan dan memastikan program pemberdayaan berjalan selaras dengan pembinaan mental spiritual warga. Kehadiran Erwan bersama tim pendamping lainnya, Mukhyidin, S.Kom,. menjadi bukti nyata bahwa pendampingan PKH tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan keharmonisan keluarga.
Kolaborasi Menuju Pusaka Sakinah
Langkah proaktif Pendamping PKH ini sejalan dengan program Pusaka Sakinah (Pusat Layanan Keluarga Sakinah) yang diusung KUA Pengasih. Erwan Febri Wijayanto mengungkapkan bahwa sinergi antara pendamping sosial dan penyuluh agama sangat krusial dalam menciptakan ketahanan keluarga yang utuh bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Senada dengan hal tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa rasa syukur atas selesainya kewajiban Ramadhan dan tibanya Idul Fitri adalah fondasi mental yang kuat bagi warga dalam menghadapi tantangan hidup.
Apresiasi dari Kepala KUA
Keberhasilan kolaborasi di lapangan ini mendapat apresiasi khusus dari Kepala KUA Pengasih. Melalui pesan singkatnya, beliau memuji peran aktif Pendamping PKH yang senantiasa mendampingi warga dalam setiap lini kegiatan.
"Kami sangat mengapresiasi peran Pendamping PKH yang menjadi motor penggerak di masyarakat. Sinergi antara pendampingan sosial oleh PKH dan bimbingan keagamaan dari KUA adalah kunci utama dalam mewujudkan program Pusaka Sakinah yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga di Pengasih," tulis Kepala KUA.
Dengan adanya pendampingan terpadu ini, diharapkan warga Banaran, khususnya para KPM PKH, tidak hanya berdaya secara ekonomi, namun juga memiliki ketahanan keluarga yang kuat dan religius pasca-Ramadhan. Acara diakhiri dengan silaturahmi hangat antara pendamping dan warga sebagai simbol kuatnya jejaring sosial di wilayah Sidomulyo.
Muhammad Musodiqin








.gif)

Posting Komentar