Kulon Progo –MNnews // Ketahanan sebuah bangsa berakar dari ketangguhan unit terkecilnya, yaitu keluarga. Menyadari hal tersebut, KUA Pengasih melalui program Pusaka Sakinah menggelar edukasi intensif mengenai manajemen emosi bagi ibu-ibu kader Kalurahan Karangsari pada Senin (27/04/26).
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Kalurahan Karangsari ini menghadirkan kolaborasi lintas instansi. Hadir dalam acara tersebut Lurah Karangsari Mujirin, Kepala Puskesmas 2 Pengasih dr. Yusniar Ridani bersama tim, serta PLKB Pengasih, Samsudin.
Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Luazizah, S.H.I., dalam kesempatan ini membedah pentingnya pengendalian diri sebagai kunci keharmonisan rumah tangga. Mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim, ia menekankan bahwa indikator kekuatan seseorang bukan terletak pada fisik, melainkan pada kemampuannya meredam amarah. "Keluarga adalah madrasah pertama. Jika orang tua mampu mengelola emosi dengan cerdas melalui langkah sunnah seperti membaca ta’awudz, diam sejenak, hingga berwudhu saat marah, maka suasana rumah akan dipenuhi ketenangan dan rahmat," terang Luazizah. Ia juga mengajak hadirin untuk senantiasa mengedepankan sikap lemah lembut dan menjadikan doa sebagai pelindung utama keluarga.
Selain aspek spiritual, kegiatan ini turut membedah aspek psikologis dan kesehatan fisik. Samsudin dari PLKB Pengasih memaparkan bahaya burnout atau kelelahan emosional ekstrem yang sering menghantui pasangan usia subur, sekaligus mensosialisasikan layanan KB Serentak. Sementara itu, tim Puskesmas 2 Pengasih memberikan edukasi mengenai intervensi pemberdayaan masyarakat berdasarkan siklus hidup yang kini dioptimalkan melalui layanan Pustu dan UPKD/K.
Ditemui secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal ketahanan keluarga secara menyeluruh. "Program ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan keluarga-keluarga di Pengasih memiliki ketahanan yang paripurna. Manajemen emosi yang diajarkan penyuluh kami adalah fondasi mental yang harus dibarengi dengan kesehatan fisik dan perencanaan keluarga yang baik. Sinergi ini adalah kunci keberhasilan kita bersama," pungkas Rangga.
Melalui kegiatan ini, KUA Pengasih berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, membawa semangat keluarga yang santun, sehat, dan bermental kuat.
Muhammad Musodiqin








.gif)

Posting Komentar