Kulon Progo –MNnews // Kesehatan merupakan anugerah yang harus dijaga melalui ikhtiar lahir maupun batin. Prinsip inilah yang ditekankan dalam kegiatan pendampingan SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya, Agamis, Inklusif) yang berlangsung di kediaman Ibu Dian Purnamasari, Karangtengah Kidul RT 09, Margosari, pada Selasa (15/04/2026).
Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam dan Pendamping PKH untuk memberikan edukasi komprehensif bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk ketahanan keluarga.
Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Luazizah, S.H.I., memaparkan materi penguatan spiritual dengan tema "Pola Hidup Sehat ala Rasulullah SAW". Menurutnya, menjaga raga adalah bagian dari rasa syukur kepada Sang Pencipta. Luazizah membagikan lima poin utama yang dapat diterapkan sehari-hari:
Pertama; dab Makan: Memilih makanan yang thayyib (baik dan bergizi) serta membiasakan berhenti makan sebelum kenyang untuk menjaga metabolisme.
Kedua; Manajemen Tidur: Mengatur pola tidur dengan istirahat lebih awal setelah Isya agar bisa bangun di sepertiga malam untuk sholat lail. Ia juga menyarankan posisi tidur miring ke kanan untuk kesehatan jantung dan menyempatkan qailullah (tidur siang singkat). Ketiga; Thaharah sebagai Budaya: Menjaga kebersihan melalui wudhu, mandi, dan rutin mencuci tangan sebagai bentuk ibadah.
Keempat; Aktivitas Fisik: Rutin berolahraga untuk menjaga kebugaran jasmani. Dan kelima; Kesehatan Mental: Menjaga hati dengan memperbanyak dzikir, berpuasa, dan melatih kesabaran agar tidak mudah marah.
Di sisi lain, Pendamping PKH Patmisiwi Untari, S.Pd., memberikan pembaruan informasi terkait kebijakan bantuan sosial (bansos) agar para KPM memahami hak dan kewajiban mereka. Tak hanya itu, ia juga memperkuat aspek kesehatan praktis. "Selain memastikan administrasi bansos berjalan lancar, kami menekankan pentingnya pencegahan penyakit menular. Salah satu cara paling efektif dan murah adalah dengan meningkatkan frekuensi cuci tangan dengan sabun, terutama sebelum menyentuh makanan," jelas Patmisiwi.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, dalam pernyataan resminya menyampaikan bahwa program SIKAP BAIK merupakan langkah strategis untuk mengubah pola pikir masyarakat melalui pendekatan yang agamis namun tetap logis dan inklusif.
"Kami ingin masyarakat melihat bahwa tuntunan agama sangat relevan dengan kesehatan modern. Melalui bimbingan yang dilakukan oleh Ibu Luazizah, kami berharap keluarga di Pengasih bisa meneladani kesederhanaan dan pola hidup sehat Rasulullah SAW. Keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, dan spiritual adalah kunci utama untuk mewujudkan keluarga yang mandiri dan berdaya," tegas Rangga.
Muhammad Musodikin








.gif)

Posting Komentar