Wujudkan Program "The Most KUA", Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih Bekali Anggota PKH Keterampilan Wirausaha dan Spiritual


 Kulon Progo  –MNnews //  Sinergi antara kemandirian ekonomi dan penguatan spiritual menjadi fokus utama dalam kegiatan pendampingan Pertemuan Kelompok Masyarakat (PKM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang berlangsung di kediaman Ibu Suryani, Mrunggi, Sendangsari, pada Senin (09/03/26).


Kegiatan ini merupakan langkah konkret KUA Pengasih dalam mengimplementasikan program unggulan "The Most KUA". Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muh. Musodiqin, S.Sos., bersama Pendamping PKH, Octavina Dhita Damastuti.

Dalam sesi keterampilan, Octavina Dhita Damastuti mengajak anggota PKM untuk mempraktikkan pembuatan Batagor. Pemilihan menu ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, batagor memiliki potensi bisnis yang sangat menjanjikan bagi pelaku usaha mikro. Dengan alasan: Satu; Modal Terjangkau: Dapat dimulai dengan skala rumahan atau kaki lima. Dua; Target Pasar Luas: Digemari oleh semua kalangan, dari anak sekolah hingga pekerja kantoran. Tiga; Fleksibilitas: Mudah dijajakan di berbagai lokasi strategis dan dapat dikembangkan melalui inovasi rasa maupun kemasan. 

Sedangkan di bulan Ramadhan ini Musodiqin memberikan penguatan mental dan spiritual kepada para peserta. Ia mengajak seluruh anggota PKH untuk memperbanyak tadarus Al-Qur'an, meneladani kedermawanan dan kedisiplinan Rasulullah SAW.

Beliau mengutip hadits shahih riwayat Bukhari: "Dari Ibnu Abbas berkata, 'Rasulullah SAW adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadan ketika malaikat Jibril AS menemuinya, Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadan untuk mengajarkannya Al-Qur'an...'"

"Ramadan adalah momentum untuk memperbaiki kualitas diri. Sambil berikhtiar secara ekonomi melalui usaha kecil, jangan lupa untuk terus 'mengetuk pintu langit' dengan memperbanyak interaksi bersama Al-Qur'an," pesan Musodiqin.

Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor ini. Menurutnya, tugas penyuluh tidak hanya terbatas di atas mimbar, tetapi juga harus menyentuh realitas sosial masyarakat. "Kami berkomitmen menjadikan KUA Pengasih sebagai pusat layanan yang solutif melalui program The Most KUA. Kehadiran penyuluh dalam kegiatan PKH ini adalah bukti bahwa agama harus menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat, baik secara material melalui kewirausahaan, maupun spiritual melalui pendalaman agama," ujar Rangga.

Kegiatan yang diikuti dengan antusias oleh warga Mrunggi ini diharapkan mampu mencetak keluarga yang mandiri secara ekonomi dan tangguh secara iman.

Muhammad Musosiqin

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama