The Most KUA Pengasih: Sinergi Bersama PKH Bekali Kemandirian Warga dengan Ekonomi dan Keutamaan Al-Qur'an

Kulon Progo  –MNnews //  Komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih dalam mewujudkan program "The Most KUA" terus diperkuat melalui langkah nyata di lapangan. Pada Senin (09/03/26), KUA Pengasih menggandeng pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memberikan pembekalan komprehensif bagi warga Mrunggi RT 024 RW 013, Sendangsari.

Kegiatan kolaborasi lintas sektoral ini menghadirkan perpaduan antara kemandirian ekonomi dan penguatan spiritual yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam, Muhammad Musodiqin, S.Sos., dan Pendamping PKH, Octavina Dhita Damastuti.

Dalam sesi ekonomi kreatif, Octavina Dhita Damastuti memandu anggota PKM mempraktikkan pembuatan Arem-arem. Kuliner tradisional ini dipilih karena memiliki prospek pasar yang sangat stabil. arem-arem sangat praktis & populer: Sebagai pilihan sarapan atau isi snack box. Juga Efisiensi Modal: Memerlukan modal kecil namun memberikan margin keuntungan yang menjanjikan, dan memiliki Potensi Tinggi: Sangat diminati masyarakat luas, sehingga risiko kerugian relatif rendah bagi pemula.

Sejalan dengan aspek ekonomi, Muhammad Musodiqin memberikan siraman rohani mengenai besarnya pahala membaca Al-Qur'an. Ia menekankan bahwa keberkahan rezeki dari usaha yang dijalani akan semakin sempurna jika dibarengi dengan kedekatan kepada Sang Pencipta.

Mengutip Hadits Riwayat Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud, Musodiqin menjelaskan: "Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka baginya satu kebaikan, satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh kebaikan. aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf."

"Satu huruf saja bernilai sepuluh kebaikan. Bayangkan keberkahan yang mengalir jika kita rutin bertadarus di sela-sela ikhtiar mencari nafkah," ujar Musodiqin memotivasi warga.

Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, menyatakan bahwa sinergi ini adalah pilar utama suksesnya program The Most KUA. "Kami percaya bahwa pemberdayaan masyarakat harus menyentuh sisi lahir dan batin. Melalui kerja sama lintas sektoral dengan PKH, KUA Pengasih ingin membuktikan bahwa agama hadir sebagai solusi nyata bagi kemandirian ekonomi sekaligus ketenangan jiwa warga," tegas Rangga.

Kegiatan ini pun diakhiri dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang siap mempraktikkan ilmu pembuatan arem-arem sekaligus memperbanyak tilawah di rumah masing-masing.

Muhammad Musodiqin

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama