Kulon Progo – MNnews // Menanggapi fenomena alam sebagai tanda kebesaran Sang Pencipta, Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih menyelenggarakan Sholat Gerhana Bulan (Khusuf al-Qamar) pada Selasa (03/03/26). Ibadah ini digelar sebagai bentuk taqarrub dan wujud syukur atas keteraturan alam semesta yang diatur oleh Allah SWT.
Rangkaian ibadah dimulai dengan pelaksanaan sholat berjamaah yang dipimpin oleh Kyai Abdullah sebagai Imam. Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an bergema, mengajak jamaah meresapi keagungan Ilahi dalam setiap sujud dan rukuk yang panjang.
Sesuai dengan tuntunan sunnah, segera setelah sholat usai, jamaah menyimak khutbah yang disampaikan oleh Kyai M. Nur Charir. Dalam uraiannya, beliau menekankan bahwa gerhana bukanlah sekadar peristiwa astronomi, melainkan peringatan untuk memperbanyak istighfar dan sedekah. "Gerhana bulan adalah bukti nyata Qudrat dan Iradat Allah SWT. Ini adalah saat di mana kita diingatkan untuk kembali bersujud, menyadari betapa kecilnya manusia di hadapan kemuliaan-Nya," tutur Kyai M. Nur Charir dalam khutbahnya.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan statemen sebagai refleksi atas terselenggaranya ibadah berjamaah ini. Beliau menegaskan pentingnya memaknai setiap fenomena alam dengan kacamata iman.
"Pelaksanaan sholat gerhana ini adalah wujud penghambaan total kita kepada Sang Khaliq. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas spiritual ibadah kita ASN KUA Pengasih, serta menjadi sarana kita untuk mengetuk pintu langit demi keselamatan dan keberkahan wilayah kita bersama," Rangga.
Dengan berakhirnya doa bersama, diharapkan semangat ubudiyah ini terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari kita semua.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar