Kulon Progo –MNnews // Bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum emas untuk mengasah kepekaan sosial. Hal inilah yang menjadi inti pesan dalam kultum tarawih yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., di Masjid At-Taubah, Gunung Gondang, Margosari, Pengasih, pada Selasa (24/02/2026).
Dalam ceramahnya, Muhammad Musodiqin menekankan bahwa salah satu hikmah terbesar ibadah puasa adalah bagi kaum berkecukupan agar dapat merasakan langsung kepedihan yang dialami oleh mereka yang kekurangan. Beliau mengutip penjelasan dari Syekh Abdurrahman As-Sa’di dalam Tafsir as-Sa’di: "Di antara sebab-sebab ketakwaan adalah ketika orang kaya merasakan pedihnya rasa lapar, hal itu akan mendorongnya untuk ikut merasakan dan menghibur penderitaan kaum fakir yang serba kekurangan. Dan sikap seperti ini termasuk bagian dari sifat ketakwaan.”
"Dengan merasakan rasa lapar, diharapkan muncul rasa empati dan keprihatinan yang mendalam. Dari rasa inilah tindakan nyata untuk membantu sesama lahir, yang pada akhirnya akan menyempurnakan kualitas ketakwaan kita," ujar Musodiqin di hadapan para jamaah.
Ketua Takmir Masjid At-Taubah, Maryana, menyambut baik kehadiran penyuluh agama KUA Pengasih di tengah masyarakat Gunung Gondang. Ia berharap bimbingan rutin seperti ini dapat menjadi nutrisi spiritual bagi warga. "Kami sangat berterima kasih atas materi yang disampaikan. Dengan menjalankan puasa Ramadhan ini, semoga dapat meningkatkan iman dan takwa jamaah Masjid At-Taubah secara berkelanjutan," ungkap Maryana.
Menanggapi kegiatan bimbingan penyuluhan di wilayahnya, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi terhadap langkah aktif para penyuluh di lapangan: "Kami sangat mendukung kehadiran penyuluh di tengah masyarakat, khususnya di wilayah seperti Gunung Gondang. Materi mengenai empati sosial sangat relevan; karena kesalehan ritual seperti puasa harus berbanding lurus dengan kesalehan sosial. Semoga kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih ini mampu menjadi penerang dan perekat ukhuwah di tengah masyarakat selama bulan suci ini." ujar Rangga.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar