BANDUNG BARAT – MNnews // Memasuki hari keenam pascabencana tanah longsor di Desa Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tim SAR Gabungan terus berpacu dengan waktu di tengah medan yang semakin sulit. Hingga Kamis (29/1/2026), tercatat sebanyak 43 korban dinyatakan meninggal dunia (MD), sementara 52 orang lainnya masih dalam upaya pencarian (DP).
Operasi yang terbagi dalam lima titik pencarian (worksite) A-1 hingga B-2 ini sempat membuahkan titik terang pada siang hari. Sekitar pukul 13.30 WIB, tim di Worksite A-1 menemukan satu buah tas punggung (bodypack), disusul penemuan serupa pada pukul 14.30 WIB di lokasi yang sama.
Namun, harapan untuk menemukan korban tambahan pada sore hari harus tertunda. Tepat pukul 15.30 WIB, komando operasi memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas pencarian.
"Operasi SAR hari ini terpaksa ditutup sementara karena faktor cuaca buruk. Hujan lebat disertai kabut tebal dan meningkatnya debit air di lokasi longsor sangat berisiko bagi keselamatan personel di lapangan," tulis laporan resmi Tim SAR Gabungan.
Bencana yang dipicu oleh pergerakan tanah pada Sabtu (24/1) lalu ini memobilisasi kekuatan penuh dari berbagai unsur. Ratusan relawan dan petugas profesional dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI, POLRI, serta PMI bahu-membahu menyisir material longsoran yang menimbun pemukiman warga.
Kondisi geografis Pasir Kuning yang curam ditambah curah hujan yang fluktuatif menjadi tantangan utama dalam misi kemanusiaan ini. Fokus pencarian pada esok hari akan tetap diprioritaskan pada titik-titik di mana barang milik korban ditemukan, dengan harapan adanya tanda-tanda keberadaan korban lainnya.
Proska









.gif)

Posting Komentar