BLITAR –MNnews // Kawasan Pantai Serang di Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, dipadati ribuan warga dan wisatawan sejak Kamis (18/6/2026) pagi. Mereka antusias menyaksikan langsung kembalinya tradisi tahunan Larung Sesaji dalam rangka memperingati 1 Suro atau 1 Muharam 1448 Hijriah.
Tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur masyarakat pesisir selatan atas limpahan rezeki, tetapi juga menjelma menjadi magnet pariwisata internasional. Terbukti, sejumlah wisatawan mancanegara asal Belgia dan Spanyol turut hadir di tengah kerumunan penonton.
Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Bupati Blitar Rijanto, Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat setempat. Bupati Blitar, Rijanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Larung Sesaji tahun ini. Menurutnya, kualitas penyelenggaraan acara terus menunjukkan tren positif dan semakin tertata dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah, Kepala Desa Serang bersama seluruh tokoh masyarakat menyiapkan kegiatan ini dengan baik. Prosesi peringatan 1 Suro yang dikemas dengan Larung Sesaji ini dari tahun ke tahun kualitasnya semakin baik dan semakin bagus,” ujar Rijanto di lokasi acara, Kamis (18/6).
Rijanto juga memuji keterlibatan penuh masyarakat lokal dari tahap persiapan hingga pelaksanaan. Menurutnya, perputaran potensi lokal ini memberikan nilai tambah bagi pelestarian budaya sekaligus dampak ekonomi.
“Semoga ke depan semakin baik dan membawa dampak yang lebih besar bagi pariwisata. Saya juga melihat kondisi kawasan wisata semakin tertata, lebih bersih, lebih tertib, dan ini harus terus dipertahankan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Serang, Dwi Handoko, menegaskan bahwa Larung Sesaji merupakan ritual rutin setiap tanggal 1 Suro dalam penanggalan Jawa. Ritual ini menjadi wadah ungkapan terima kasih masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi dan laut yang melimpah.
Berbeda dengan beberapa daerah lain yang menggunakan kepala hewan, Larung Sesaji di Pantai Serang memiliki karakteristik tersendiri yang diwariskan oleh para leluhur.
“Larung Sesaji adalah tradisi turun-temurun masyarakat Desa Serang sebagai bentuk rasa syukur atas segala rezeki yang diberikan Tuhan," jelas Handoko.
Dalam prosesi tahun ini, ada tiga jenis sesaji utama yang dilarung ke tengah ombak pantai selatan, yaitu Kembang Setaman, Gedang Rojo atau Gedang Ayu danTumpeng Emas
Ketiga elemen tersebut membawa makna simbolis mendalam yang menggambarkan doa, harapan, dan keselarasan hidup masyarakat Desa Serang dengan alam. Melalui momentum ini, nilai gotong royong dan kebersamaan warga pesisir diharapkan dapat terus terjaga kokoh.
Priska









.gif)
.jpg)
Posting Komentar