Kulon Progo – MNnews // KUA Pengasih terus memperluas jangkauan program "The Most KUA" dengan menyasar penguatan ketahanan keluarga melalui layanan Pusaka Sakinah. Pada Selasa (10/03/26), kolaborasi apik kembali terjalin antara Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., bersama Pendamping PKH, Patmisiwi Untari, di kediaman Bapak Gimin, RT 049 RW 021, Kalurahan Pengasih.
Kegiatan Pertemuan Kelompok Masyarakat (PKM) ini menekankan bahwa keluarga yang sakinah tidak hanya dibangun di atas landasan spiritual, tetapi juga harus didukung oleh kesehatan fisik dan lingkungan yang terjaga.
Pendamping PKH, Patmisiwi Untari, dalam paparannya menyoroti pentingnya kebersihan lingkungan terhadap kesehatan anak. Menurutnya, penyakit seperti diare, cacingan, dan infeksi saluran pernapasan sering kali bersumber dari sanitasi yang buruk. "Lingkungan yang tidak sehat, minimnya akses air bersih, dan pengelolaan sampah yang buruk adalah ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak, termasuk risiko stunting. Melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kita sedang menjaga aset paling berharga dalam keluarga, yaitu kesehatan anak-anak kita," jelas Patmisiwi.
Melengkapi aspek lahiriah tersebut, Musodiqin, memberikan tausiyah yang menitikberatkan pada kendali diri agar tidak terjebak dalam gaya hidup yang melalaikan. Beliau mengupas makna mendalam dari Surat At-Takasur ayat 1-2. "Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu, sampai kamu masuk ke dalam kubur."
Musodiqin menjelaskan bahwa sifat bermegah-megahan, baik itu harta, keturunan, maupun pengikut, seringkali membuat manusia lupa akan kewajiban ketaatan kepada Allah dan persiapan hari akhir. "Keluarga sakinah adalah keluarga yang tahu prioritas. Jangan sampai kita terlalu sibuk memburu kemegahan harta dan pengikut hingga lalai melakukan amal perbuatan yang benar-benar bermanfaat bagi diri dan keluarga. Seringkali manusia baru tersadar ketika sudah masuk ke liang kubur. Maka, binalah keluarga dengan kesederhanaan dan amal nyata, bukan sekadar bermegah-megahan," tegas Musodiqin.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi atas kesinambungan program ini. Ia menilai bahwa edukasi yang diberikan sangat relevan dengan dinamika sosial saat ini. "Program The Most KUA melalui pilar Pusaka Sakinah ingin memberikan edukasi yang seimbang. Ketahanan keluarga itu mencakup kesehatan fisik anggotanya, sebagaimana yang disampaikan melalui PHBS sekaligus kesehatan mental-spiritualnya agar tidak terpedaya oleh gemerlap duniawi. Kami ingin keluarga di wilayah Pengasih kuat secara lahir dan terjaga secara batin," ungkap Rangga.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen para anggota PKH untuk lebih memperhatikan sanitasi rumah tangga sembari meningkatkan kualitas ibadah dalam keluarga masing-masing.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar