BLITAR - MNnews //
Setelah melalui Pelatihan dan Uji Kompetensi para Chef MBG yang sudah bekerja di SPPG atau yang akan menempuh karir di bidang jasa boga khususnya di dapur MBG, yang dilaksanakan LSP Rajawali Hospitality Nusantara yang berlisensi BNSP, maka pada Jum"at ( 13/3 ), di Area Tirto Jati.
Sanankulon telah diserahkan Sertifikat Kompetensi bagi beberapa peserta yang telah lulus ujian.
Pelatihan dan Uji kompetensi dilakukan oleh Asesor BNSP Chef Dani DW yang saat ini menjabat Ketua Umum ICI ( Indonesia Chef of Independent ) yang sekaligus memberikan pembekalan teknis kepada peserta. Program sertifikasi ini juga mendapat dukungan dari lembaga tingkat ASEAN, Asia Tenggara, serta Australian Aid.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola dapur SPPG agar sesuai dengan standar nasional,” kata Chef Dani.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai standar profesi juru masak, prinsip keamanan pangan, tata kelola dapur, serta regulasi nasional Program MBG.Setelah pelatihan, peserta menjalani uji kompetensi sertifikasi skema II bidang Food and Beverage Production (Cookery).
Chef Dani menambahkan bahwa ” Cara dan pola pemilihan dan penyimpanan bahannya yang benar, penyimpanan, mengolah makanan dan pemotongan yang benar, lalu cara pola memasak makanannya.
Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh team asesor BNSP kepada para peserta yang telah dinyatakan kompeten, setelah mereka mengikuti rangkaian uji kompetensi di bidang jasa boga .
Momentum ini menjadi bentuk pengakuan resmi terhadap kemampuan dan profesionalitas para pelaku juru masak dalam rangka mendukung program Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Ketua KJS Blitar selaku pelaksana TUK, Alex EM, mengatakan sertifikasi profesi juru masak menjadi faktor penting dalam keberhasilan Program MBG yang menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.“Program MBG merupakan program nasional berskala besar.
Karena itu, proses pengolahan makanan harus dilakukan oleh tenaga kerja yang kompeten, bersertifikat, dan memahami standar keamanan pangan serta gizi nasional,” ujarnya.
Menurut Alex, sertifikasi profesi menjadi bukti formal bahwa juru masak memiliki keahlian sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ( SKKNI ) di bidang jasa boga. Keberadaan juru masak bersertifikat di dapur SPPG juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik dan pemerintah daerah.
“Dengan tenaga juru masak bersertifikat, operasional dapur SPPG dapat berjalan lebih profesional dan memenuhi standar MBG nasional,” katanya.
Diharapkan, melalui program sertifikasi ini akan semakin banyak lahir tenaga kerja terampil yang mampu mendukung perkembangan pelaksanaan program MBG di daerah.Dengan adanya sertifikat kompetensi para Chef atau Juru Masak MBG yang profesional dan telah mengantongi sertifikat dari lembaga resmi BNSP, para peserta kini memiliki legitimasi profesional yang dapat meningkatkan peluang kerja sekaligus memperkuat kualitas layanan, khususnya di wilayah Blitar Raya dan sekitarnyaUntuk kegiatan pelatihan dan uji kompetensi para Chef dan calon - calon Chef ini direncanakan berlanjut ke batch – batch selanjutnya yang sudah diprogramkan pada bulan-bulan mendatang untuk menjangkau lebih banyak tenaga pengelola dapur program MBG yang profesional dan telah mengikuti pelatihan dan telah menempuh sertifikasi.
Fen/Red









.gif)

Posting Komentar