Kulon Progo –MNnews // Sebanyak 82 Calon Jamaah Haji (Calhaj) yang berasal dari lima wilayah Kapanewon di Kulon Progo mengikuti kegiatan Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kapanewon. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat (10-13/02/2026), ini dipusatkan di Gedung Serbaguna Kalurahan Pengasih, Pengasih, Kulon Progo.
Lima wilayah yang bergabung dalam kegiatan ini meliputi:
Kapanewon Pengasih: 44 jamaah
Kapanewon Nanggulan: 16 jamaah
Kapanewon Girimulyo: 6 jamaah
Kapanewon Kalibawang: 12 jamaah
Kapanewon Samigaluh: 5 jamaah
Selama empat hari, para jamaah dibekali materi yang sangat detail agar mampu menjalankan ibadah secara mandiri dan sehat.
Hari Pertama: Fokus pada teknis perjalanan. Muh. Nuyyamin memaparkan persiapan pra-embarkasi hingga aktivitas di pesawat dan bandara. Dilanjutkan oleh H. Ari Mukhlis yang membahas layanan ibadah selama di Madinah.
Hari Kedua: Memasuki materi inti di Mekkah. H. Mulyono, SHI, MSI mengulas ibadah pra-Armuzna, disusul Dr. H. Slamet Widiyanto, M.Sc yang membedah detail ibadah di Arafah dan Muzdalifah. Tak kalah penting, dr. Fitri memberikan pembekalan terkait Kebijakan Kesehatan Haji.
Hari Ketiga: Pendalaman materi Mina oleh Hj. Kholistin, S.Ag, serta tata cara Thawaf Ifadhah dan ibadah pasca-Armuzna yang kembali disampaikan oleh H. Mulyono, SHI, MSI.
Hari Terakhir: Puncak kegiatan berupa praktik lapangan. H.M. Wahib Jamil, S.Ag, M.Pd, memandu praktik Manasik Umroh, sementara H. Munji Jakfar, S.Pd.I, M.Pd, memimpin praktik Manasik Haji.
Kegiatan ini dikoordinasi oleh tim kepanitiaan yang dipimpin oleh Rini Sulastri, S.Hum, ASN Kemenhaj Kulon Progo dibantu oleh tim teknis yakni Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, Jemino, S.H.I, M.H., Ahmad Wardani, S.Ag., M.Pd., Satibi, S.H.I, dan Luazizah, S.H.I.
Dalam keterangannya, Rini Sulastri menekankan pentingnya sinergi antar-wilayah ini untuk memudahkan koordinasi jamaah.
"Kami berharap melalui manasik gabungan ini, para jamaah tidak hanya sekadar hafal rukun secara teori, tetapi benar-benar memiliki kesiapan mental dan fisik. Fokus kami adalah membentuk jamaah yang mandiri dan saling peduli antar sesama rekan satu wilayah (kapanewon), sehingga perjalanan ibadah nanti berjalan khusyuk dan lancar," ujarnya.
Muhammad Musodiqin









.gif)

Posting Komentar