Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads ' alt='Header Ads'/> Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads

KUA Pengasih dan PKH Ajak KPM Jombokan Kelola Keuangan dan Bersihkan Harta

Kulon Progo  – MNnews  // Bertempat di Jombokan 2, Tawangsari, Kapanewon Pengasih, peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengikuti kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) pada Selasa (10/02/26). Pertemuan kali ini menjadi istimewa karena memadukan aspek kemandirian ekonomi dengan bekal spiritualitas dalam mengelola rezeki.

Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., hadir memberikan penguatan mental dan spiritual. Beliau menekankan bahwa rezeki bukan sekadar angka yang didapat, melainkan amanah yang harus dikelola dan dibersihkan.

Dalam tausiyahnya, Munawir mengisahkan tentang tiga orang yang diuji dengan penyakit dan kemiskinan, namun kemudian diberikan kesembuhan serta kekayaan oleh Allah SWT. "Dari tiga orang tersebut, hanya satu orang yang sadar dan bersyukur dengan menginfakkan hartanya saat diuji oleh malaikat. Ia menyadari bahwa harta hanya titipan. Hasilnya, hartanya menjadi berkah dan ia tetap sejahtera. Sebaliknya, dua orang lainnya yang kikir justru kehilangan segalanya," ujar Munawir.

Ia pun mengingatkan KPM untuk menghindari kemelekatan berlebihan terhadap harta duniawi dan rutin menunaikan zakat atau sedekah sebagai bentuk rasa syukur.

Dari sisi teknis pemberdayaan, Pendamping PKH, Emi Listiawati, membedah Modul Ekonomi guna meningkatkan kemandirian finansial rumah tangga. Fokus utamanya adalah bagaimana KPM mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi melalui tiga langkah kunci: Satu; Pengelolaan Pendapatan: Disiplin memisahkan mana kebutuhan yang wajib dipenuhi dan mana keinginan yang bisa ditunda. Dua; Penyusunan Anggaran: Merencanakan keuangan agar seimbang antara pemasukan dan pengeluaran serta rutin mencatat kas harian. Tiga; Pengendalian Pengeluaran: Mengurangi pos-pos yang tidak perlu agar pendapatan yang ada mencukupi kebutuhan pokok keluarga.

Melalui pesannya, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas sektor ini. "Kami sangat mendukung integrasi antara bimbingan agama dan pemberdayaan ekonomi. Sejahtera itu bukan soal seberapa banyak harta yang dimiliki, tapi seberapa tepat kita mengelolanya dan seberapa bersih harta tersebut dari hak orang lain. Semoga KPM di Jombokan semakin mandiri dan berkah kehidupannya," ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu menjadi keluarga yang berdaya secara ekonomi dan matang secara spiritual.

Muhammad Musodiqin

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama