Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads

Petani Muda Pucanganom Berinovasi Manfaatkan Botol Bekas dan Lahan Sempit Bisa Mendorong Kemandirian Pangan

Gunungkidul, MNnews // Seorang Pemuda bernama Roni Wastoyo warga penduduk Padukuhan Tejo,RT 08/RW08, Kalurahan Pucanganom Rongkop, Gunungkidul memberikan contoh nyata teori kemandirian pangan yang sesungguhnya. Dengan modal pribadi dan memanfaatkan lahan pekarangan rumah serta menggunakan botol-botol air mineral bekas dan plastik polibek, menanam berbagai tanaman pangan. Mulai dari cabe, bawang merah, sawi,terong dan buah melon. 


Inovasi petani muda yang gelisah dengan keadaan serba susah mencari sandang pangan karena sempitnya lapangan pekerjaan, memunculkan ide/gagasan untuk membuat warung hidup dengan lahan seadanya dan sarana barang bekas. Hanya  simple tujuanya, yaitu dengan menggunakan media galon atau botol -botol bekas air mineral, lebih mudah, tidak perlu biaya perawatan yang susah, bisa dirawat tanpa meninggalkan rumah. Tentu hal ini supaya mendorong anak2 muda lain punya kecintaan bertani. Petani modern. Sebab saat ini rata-rata anak muda malu bertani karena melihat pola petani tradisional yang dianggap tidak komersial.


Melihat hasil budidaya Roni Wastoyo dengan kreatifitasnya ini, seharusnya memantik para  pemimpin di setiap tingkatan wilayah bisa mendorong dan menciptakan kemandirian pangan yang sesungguhnya. Misalnya Pemerintah Desa/Kalurahan memberikan bibit, peralatan, media tanam dan pupuk kepada semua warganya dengan anggaran dana desa yang sekitar 20% untuk kemandirian pangan, tentu hal ini benar benar dana desa bisa dinikmatai seluruh warga masyarakat.


Sebagaimana harapan Roni Wastoyo, mendapatkan fasilitas permodalan untuk mengembangkan lebih banyak lagi kedepanya. Bisa memperluas lahan pertanian modernya guna mendapatkan penghasilan bagi keluarga. Sebuah konsep pertanian modern yang sederhana dan bisa menarik kalangan anak muda dalam ikut bertani,mencintai pekerjaan tani. Botol botol bekas yang kemudian di cat beraneka warna, menarik dipandang dan menjadi media tanam yang bagus sekali.


Penulis melihat di pedesaan hampir seluruh wilayah di Gunungkidul banyak lahan kosong dan tidak produktif, baik tanah kas desa, tanah pribadi dan pekarangan-pekarangan rumah warga yang cukup luas, setidaknya jika bisa meniru Roni Wastoyo atau di berdayakan oleh pemerintah, maka akan menciptakan petani yang produktif, menciptakan lapangan pekerjaan yang bisa meningkatkan penghasilan dan  kesejahteraan. Sebagaimana himbauan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang begitu paham terhadap kondisi warga dan daerahnya yang sebagian besar wilayah agraris, jangan semua kebutuhan rumah selalu beli dan beli. Makanya harus menanam apa yang di makan dan makan apa yang di  tanam.


 Penulis : Wajiyo 


 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama