BLITAR, MNnews // Suasana senja di tepian Sungai Brantas, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, mendadak mencekam pada Senin (12/1/2026). Seorang ibu muda berinisial DPS (35), warga Jalan Sulawesi, Kelurahan Klampok, Kota Blitar, dilaporkan hilang ditelan arus setelah diduga sengaja menceburkan diri ke aliran sungai terdalam di Jawa Timur tersebut sekitar pukul 15.00 WIB.
Aksi nekat ini bermula ketika korban datang seorang diri mengendarai sepeda motor Yamaha Mio G bernopol AG 5828 KAN. Setibanya di lokasi, ia memarkir kendaraannya di dekat pemukiman warga dan berjalan tenang menuju bibir sungai. Tak berselang lama, ketenangan warga pecah oleh suara dentuman air dan teriakan histeris yang menandakan seseorang telah terjatuh ke sungai.
Saksi mata di lokasi kejadian sempat melihat momen dramatis saat korban berusaha bertahan hidup dengan berpegangan pada akar pohon di pinggir sungai. Namun, saat warga berlarian hendak memberikan pertolongan, korban diduga sengaja melepaskan pegangannya hingga tubuhnya seketika terseret arus deras Brantas yang mengalir ke arah barat menuju wilayah Tulungagung.
Di balik aksi tragis ini, tersimpan duka mendalam dari pihak keluarga. Korban yang berstatus janda dua anak tersebut diketahui merupakan penyintas gangguan jiwa (ODGJ) yang selama beberapa tahun terakhir berjuang melawan depresi dan rutin menjalani pengobatan medis. Diduga, beban psikologis yang berat menjadi pemicu korban nekat mengakhiri hidupnya di aliran sungai tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari Basarnas, BPBD, serta TNI-Polri telah menyiagakan posko darurat di Kantor Desa Tuliskriyo. Petugas terus melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai guna mencari keberadaan korban. Tragedi ini menjadi pengingat kelam bagi warga sekitar bantaran Brantas tentang pentingnya pengawasan terhadap anggota keluarga yang tengah berjuang dengan kesehatan menta
Priska A.W









.gif)

Posting Komentar