Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads ' alt='Header Ads'/> Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads Header Ads

Aneksasi Politik, Ekonomi dan Budaya Amerika Serikat Terhadap Venezuela






MNnews // Tampak jelas aneksasi Amerika Serikat terhadap Venezuela memiliki beberapa implikasi bagi berbagai negara lainnya, grrutama bagk pesaing Amerika Serikat yang berhadapan langsung dengan negats adikuasa yang sangat besar ambisinya untuk menguasai dunua.

Bagi Rusia dendiri tampak jelas tantangan itu --sebagai sekutu stragis -- yang acap disebut berasa "di halaman belakang"  Amerika Serikat. Hingga aneksasi AS terhadap Venezuela dapat memperkuat posisi Rusia di kawasan dan sekaligus meningkatkan kekuatan pengaruhnya di Amerika Latin. Karena itu wajar bila Rusia memberi dukungan ekonomi dan militer kepada  Venezuela, termasuk pengiriman personil militer untuk melindungi pemerintahan Maduro. Artinya, sikap Rusia ini menunjukkan kesiapan Rusia tidak hanya siap mempertahankan kepentingannya di kawasan, tetapi juga keberanian membuka front  lebih luas untuk bertikai dalam bentuk apapun.

 Aneksasi AS terhadap Venezuela jelas dapat srmakin memperburuk hubungan antara AS dan Rusia, karena Rusia sendiri  melihat tindakan nefara adikuasa yang sangat ambisius ini hendak  mengurangi pengaruh Rusianya.

Dalam konteks glonal,, konflik di Venezuela dapat menjadi bagian dari pertarungan melyas antara blok Barat (AS dan sekutunya) dan poros Tiongkok-Rusia. Yang pasti, dapat meningkatkan ketegangan global dan mempengaruhi stabilitas pasar energi dunia. Dalam anakisis Atlantika Institut Nusantara, tampak sekali Rusia akan l mendukung pemerintah Venezuela dan meningkatkan kerjasama dengan negara-negara lain yang menentang kebijakan AS di kawasan.

Sedangkan aneksasi Ameriks Serikat terhadap Venezuela akan memiliki implikasi terhadap China. Karena China sendiri memiliki kepentingan ekonomi yang cukup besar  di Amerika Latin, utananya dan di Venezuela sebagai sakah satu mitra dagang terbesar China, hingga bisa mengancam kemitraan dagang itu menjadi rusak. Selain itu, kerjasama China-Venezuela dalam bidang energi yang terbilang sebagai prmbeli hasil minyak dari Vendzuela. Sehingga aneksasi Ameriks Serikat pada Venezuela dapat mengganggu pasokan minyak yang selama ini sudah berjalan baik dan lancar. 

Jadi, aneksasi Ameriks Serikat terhadap Venrzuela tidak hanya akan memperburuk hubungan AS dengan Rusua semata, tapi juga dianggap ancaman yang tidak kalah serius bagi China. Atas dasar itulah, China tampak akan memanfaatkan situasi kegaduhan di Venezuela akibat ulah keserakahan Aneriks Serikat ini untuk meningkatkan pengaruhnya di Amerika Latin dan memperkuat jaringan dan jalinan dengan negara-negara di kawasan untuk menghadapi kesewenang-wenangan AS. Kendati sebelumnya antara China dengan Rusia sudah menjalin kerjasama strategis yang cukup kuat dan erar, sehingga kedua negara ini akan kompak menghadapi arogansi AS di Venezuela.

Pengaruh aneksasi AS terhadap Venezuela bagi negara-negara lain -- termasuk Indonesia -- nisa saja justru memperoleh keuntungan atau sebaliknya seperti yang mendera sejumlah negara di yang ada di kawasan dan sekitarnya. Bagi Infonesia -- seperti apapun kecilnya pengaruh aneksasi AS di kawasan bisa juga dimanfaatkan untuk meningkatkan pengaruh di kawasan tersebut. Tapi juga harus diwaspadai dampak negatifnya, sehingga patut diantisipasi dengan bijak, agar imbasnya tidak sampai merugikan Indonesia dalam arti politik, ekonomi maupun geopolitik dalam arti luas yang meliputi budaya serta kepribadian bangsa dalam pergaulan dunia. Setidaknya, Indonesia patut bersikap tegas dan tepat dalam menghadapi situasi dunia yang semakin menegang, karena bisa saja menyulut Perang Dunia III untuk menastikan peradaban dunia yang baru yang terus bergerak bergesekan bahkan benturan peradaban  seperti yang dicemaskan Samuel Huntington, kendati dia tidak yakin karena perbedaan ideologi atau ekonomi, tetapi yang disebabkan oleh budaya dan agama. Atau tesis Francis Fukuyama yang percaya bahwa peradaban yang ditandai tahapan  perkembabgan manusia dalam bidang politik, ekonomi dan masalah sosial. "The End of History and the Last Man" bahwa peradaban liberal demokrasi adalah hasil dari proses evolusi sejarah yang memaksa manusia mencari sistem politik dan ekonomi yang paling efektif untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan dirinya, seperti fiekpresikan oleh birahi Donald Tramp.

Abeksasi yang dilakukan Donald Tramp atas nama Presiden Amerika Serikat memang tidak mutlat dalam bentuk wilayah, tapi lebih dimaksudkan secara politik dan budaya yang disatukan dengan cara pandang Ameriks Serikat yang ditampilkan oleh Donald Tramp untuk menguasai dunia.

Jacob Ereste Pecenongsn, 13 Januari 2025

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama