Gunungkidul, MNnrws // apes menimpa Ervin Nugroho (23) warga Petir C, Petir, Rongkop, Gunungkidul, tersengat aliran listrik hingga meninggal dunia. Korban lain adalah saudara Apri (38) warga Petir C, namun hanya mengalami luka-luka ringan.
Peristiwa ini terjadi pada hari Senin 22 Desember 2025 sekira pukul 13:00 WIB, di Padukuhan Baran Kulon, Semugih, Rongkop, Gunungkidul.
Para saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut antara lain, Supriyo Hermanto, S.I.P, warga Baran Kulon, Suswati, warga Baran Kulon dan beberapa teman kerja korban.
Pada saat itu korban bersama beberapa karyawan Peni Pro sedang membongkar tenda yang di sewa oleh Tumiran warga Baran Kulon, Semugih, Rongkop, untuk acara hajatan pernikahan anaknya. Posisi korban saat bongkar tenda berada di bawah, sedangkan Apri berada diatas membongkar galvalum. Apri bermaksud menyerahkan galvalum tersebut kepada Ervin, yang ada dibawah, tidak disangka - sangka ternyata galvalum mengenai kabel listrik tegangan tinggi dan korban yang menerima galvalum tersbut seketika jatuh hingga pinsan dan lemas.
Pihak Polsek Rongkop yang mendapat laporan atas kejadian tersebut segera menerjunkan petugas mendatangi TKP guna mengevakuasi korban. Didapati korban dalam posisi lemas, selanjutnya dibawa ke Puskesmas Rongkop. Akan tetapi dalam perjalanan, korban sudah meninggal dunia. Tapi pihak keluarga dan petugas tetap membawa Ervin ke RSUD Wonisari. Karena korban sudah tidak bernyawa lagi maka dipastikan korban meninggal dunia.
Oleh pihak petugas selanjutnya korban diserahkan ke keluarganya
Dirumah duka, awak media sempat meminta keterangan pada owner Peni Pro, Pratama Windarta, S.E, beliau sangat shok dan tidak menduga bahwa anak buahnya akan mengalami kecelakaan tersengat listrik. Diceritakan, oleh Pratama Windarta, sebelum kejadiaan naas menimpa korban, mereka bersama sama teman kerja masih makan siang di warung mbak Lastri, habis itu langsung membongkar tenda galvalum. Sampai akhirnya kejadian yang tidak disangka itu menimpa korban. Sampai sekarang menurut saya nggak masuk akal kejadian itu, terang Pratama Windarta. Namun apapun yang terjadi ya sudah, ini sebuah musibah, kami dari pihak manajemen Peni Pro bertanggungjawab sepenuhnya, baik biaya rumah sakit, kompensasi, maupun segala bentuk pembiayaan lain kami tanggung semua, jelasnya.
( Penulis : Wajiyo )









.gif)

Posting Komentar