Bekasi, MNnews I Telah terjadi insiden kebocoran pipa air PAM
di wilayah Kampung Cikarang Jati, Pasar Beras, RT 03 RW 06, Desa Kalijaya,
Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada1 Juli 2025 Insiden ini diduga
kuat akibat pekerjaan galian kabel optik oleh Zinet dari PT Pragata yang dinilai
lalai dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, Rabu 2 Juli 2025.
Menurut laporan dari warga dan hasil
investigasi tim Koalisi Kawal Lingkungan Indonesia Raya (KAWALI), peristiwa
kebocoran terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat pekerja tengah melakukan
penggalian. Air dari pipa yang bocor sempat menyembur deras hingga menggenangi
pemukiman warga, bahkan menyebabkan banjir yang masuk ke rumah-rumah sekitar
lokasi proyek.
Ironisnya, saat tim KAWALI
mendatangi lokasi, para pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri
(APD) seperti helm, rompi keselamatan, maupun papan penanda adanya proyek
galian. Hal ini menjadi sorotan serius bagi Ketua KAWALI DPD Bekasi, Sopian.
"Kami sangat prihatin atas
insiden ini. Diduga pekerjaan yang tidak sesuai prosedur keselamatan dan tidak
dapat memperlihatkan izin yang jelas berpotensi merugikan masyarakat. Kebocoran
ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga kelalaian yang merugikan
warga," tegas Sopian.
Saat dikonfirmasi, salah satu mandor
pengawas lapangan yang berinisial RY justru mengungkapkan pernyataan
mengejutkan, "Kalau dikasih helm saya pakai, kalau nggak ya nggak saya
pakai," ungkapnya.
KAWALI mendesak Pemerintah Kabupaten
Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Air (DBMSDA) agar segera melakukan
evaluasi ketat terhadap perizinan dan pengawasan proyek-proyek serupa di
wilayah Kabupaten Bekasi, tidak hanya untuk kenyamanan warga tetapi juga
keamanan lingkungan, Selain itu, KAWALI menuntut agar PT Pragata diberikan
teguran tegas serta bertanggung jawab atas kerugian yang dialami warga akibat
kebocoran pipa tersebut.
Insiden ini menjadi peringatan
penting bahwa pengabaian terhadap aspek keselamatan kerja dan koordinasi dengan
instansi terkait dapat menimbulkan dampak nyata terhadap lingkungan dan
kehidupan warga.
KAWALI akan terus memantau
perkembangan kasus ini dan mendorong penegakan hukum serta regulasi lingkungan
dan pekerjaan publik yang lebih ketat di Kabupaten Bekasi.
Tim
Red









.gif)

Posting Komentar