Gunungkidul ,MNnews I Kabar hilangnya beberapa jenis gamelan
milik warga masyarakat Padukuhan Dadapan, Kalurahan Petir, Rongkop,
Gunungkidul, D.I.Yogyakarta beberapa hari yang lalu, sampai sekarang masih
menjadi perbincangan hangat di Kapanewon Rongkop. Peristiwa hilangnya gamelan
jenis slenthem sebanyak 14 dan Barung 42, terjadi pada hari Sabtu 28 Juni 2025
malam. Pada hari Senin 30 Juni 2025 sekira jam 21:00WIB Gamelan tersebut
dikabarkan ketemu dan sudah dikembalikan.
Dukuh Padukuhan Dadapan, Antoro menyampaikan kabar
ditemukannya gamelan tersebut melalui sebuah group Kelompok Informasi
Masyarakat ( KIM ) Kapanewon Rongkop, yang menyebutkan, pada hari Senin 30 Juni
2025, beliau dipanggil oelh pak Nuryadi, ketua DPRD Propinsi DIY selaku pihak yang sebelumnya
menyerahkan bantuan gamelan tersebut. Dalam pertemuan untuk klarifikasi
kebenaran wilah, jenis Gamelan yang
konon ditemukan oleh anak buah pak Nuryadi, tanpa disebutkan dimana lokasi
penemuanya.
Yang terpenting bagi warga, gamelan yang merupakan aset bagi
kelompok seni karawitan Ngesti Laras dan Ngesti Budoyo ini sudah kembali,
terang Dukuh Antoro.
Beberapa warga masyarakat Dadapan yang enggan disebut
namanya, kepada awak media Mitranegaranews.co, bercerita, saat kejadian pada
malam Minggu antara pukul 22 atau 23:00 wib, balai Padukuhan sedang kosong
tidak ada yang meronda. Bahkan sebagian ada yang ikut berziarah wali songo Jawa
Barat. Padahal biasanya dalam balai tersebut sering ada orang nongkrong sekedar
cari sinyal atau bermain. Tidak disangka ternyata naas, malam itu ada penjahat
masuk Kampung Dadapan dan mencuri gamelan yang nilainya puluhan juta rupiah,
menjadi aset budaya dan inventaris bagi warga. Gamelan tersebut sebenarnya juga
dimasukan dalam ruangan kusus dan terkunci. Tetapi maling berhasil masuk dengan
cara mencongkel pintu balai Padukuhan.
Gamelan bantuan dari Dinas Kebudayaan Propinsi DIY melalui
Ketua DPRD Propinsi, Nuryadi yang terbuat dari Kuningan tersebut menjadi
kebanggan warga untuk kegiatan budaya, sehingga dengan hilangnya gamelan yang
dicuri oleh orang yang tidak bertanggungjawab ini, warga sangat kehilangan.
Untung dengan sigap, atas laporan warga, baik pihak
kepolisian, masyarakat dan pihak lain yang membantu akhirnya gamelan berhasil
ditemukan hanya dalam tempo sekitar 24 jam. Atas kasus ini, pak Nuryadi masih
bertanggung jawab akan menemukan pelaku pencurian untuk memberikan efek jera .
( Penulis: Wajiyo ).









.gif)

Posting Komentar