Syawalan halal bihalal dan pengajian yang berlangsung di balai Kaluraha Petir, Rongkop, Gunungkidul, pada hari Senin, 14 April 2025, dihadiri oleh Panewu Kapanewon Rongkop, Esi Suharto, S.H., M.Si, Kapolsek Rongkop, AKP., Suwasdiyanto S.H, Danramil, Lurah Kalurahan Petir, Sarju, S.I.P beserta Pamong, Ketua Bamuskal, Saelan, S.Pd, Bhsbinsa dan Bhabinkamtibmas, Ibu ibu kader, tokoh agama dan tokoh masyarakat se Kalurahan Petir.
Ketua panitia syawalan Pemerintah Kalurahan Petir, Tomi Wibawa, S.Sos dalam sambutanya mengatakan, syawalan dengan tema bersatu dalam keberagaman, bersama kuatkan sinergitas untuk menjadikan Kalurahan Petir yang lebih baik. Kami mengundang dari bamuskal dan semua lembaga yang ada, termasuk kader kader PKK,, Posyandu dan yang lain.
Sementara untuk ikrar syawalan dsampaikan oleh ketua Bamuskal, Saelan, S.Pd dan diterima oleh Lurah Kalurahan Petir, Sarju , S.I.P. Dengan inti ikrar saling maaf memaafkan antar lembaga dengan pamong juga antar pamong dengan masyarakat. Sebagaimana yang dikatakan oleh Lurah Sarju, selaku Lurah menyadari dalam melayani masyarakat baik secara pribadi, keluarga hingga pemerintah Kalurahan, banyak kesalahan, kami meminta maaf lahir dan batin.
Sedangan pengajian ceramah disampaikan oleh Kyai Haji Untung Santosa, S.E., M.A. Beliau diantaranya mengatakan, orang baik itu orang yang diberi tambah umurnya harus semakin tambah baik ibadahnya. Setiap orang hidup harus punya penahan goncangan, ibarat sebuah kendaraan harus ada shocbeker. Sebab dalam hidup kadang menemui keadaan yang terjal, bergelombang, kadang juga mulus. Shocbeker yang dimaksud adalah syukur dan sabar.
Menerima nikmat di syukuri ketika menerima musibah harus sabar, ternag haji Santosa. Janganlah ketika menerima nikmat menjadi angkuh dan lupa diri, ketika menerima musibah menggerutu dan mencela Tuhan dan sakit hati. Halal bihalal ini menjadi sarana introspeksi diri untuk kembali ke jalan yang benar, yang konstitusional, yang halal, legal. Penekanan pokok ceramah yang disampaikan Untung Santosa adalah untuk selalu mencari kebutuhan hidup yang halal, halal dan halal.
Negara kita ini rusak karena banyak pejabat yang korupsi, tindakan yang haram, juga adanya konspirasi orang orang yang serakah dengan harta dan jabatan, sehingga melakukan korupsi itu seakan hal yang biasa.
Sebagai akhir acara ditutup dengan do'a oleh Haji Untung dan dilanjutkan dengan halal bihalal bagi semua peserta yang hadir.
( Penulis : Wajiyo )








.gif)

Posting Komentar