Gunungkidul, MNnews | Duka yang mendalam menyelimuti warga Nahditul Ulama Kabupaten Gunungkidul atas wafatnya Rois Syuriah PC NU Gunungkidul, Drs. K.H., Bardan Usman, M.Pd.I. Berita meninggalnya tokoh NU Gunungkidul yang karismatik ini sudah beredar melalui berbagai media sosial mulai hari kamis sore jelang buka puasa.
Penulis mencoba meminta statemen resmi dari seorang tokoh NU yang sekaligus menjabat sebagai wakil rakyat dari Partai PKB DPRD Gunungkidul atas wafatnya guru kita KH. Bardan Usman.
Dari pandangan Drs.K.H. Arif Gunadi, M.Pd.I, almarhum K.H Bardan Usman adalah seorang tokoh NU yang besar. Belum ditemukan tokoh sekaliber beliau, yang mempunyai komitmen dan integritas tinggi didalam membawa NU menjadi sebuah organisasi besar yang menjunjung tinggi nilai - nilai kesatuan dan persatuan.
Wafatnya K.H Bardan Usman bertepatan dengan malem Jum'at pada malam ke 28 bulan suci Romadhon 1446, wafatnya beliau merupakan salah satu beban berat bagi warga NU, karena tumpuan pemikiran dan berbagai ide, gagasan serta solusi - solusi dan alternatif terkait dengan bagaimana problematika berorganisasi dalam wadah NU, beliau adalah solusinya, terang Arif Gunadi.
Beliau juga sering menjadikan banyak buah pikir beliau menjadi rujukan untuk ditaati dan dipatuhi oleh seluruh kalangan pejuang NU di Kabupaten Gunungkidul. Tentu menjadi duka yang mendalam atas wafatnya beliau. Dan kita teringat ,Nautul alim, Nautul alam. Itulah yang barangkali menjadi beban, sekali lagi bagi perjuangan berikutnya, belum ditemukan tokoh sekaliber beliau, yang mempunyai komitmen dan integritas tinggi didalam membawa NU menjadi sebuah organisasi besar yang menjunjung tinggi nilai - nilai kesatuan dan persatuan moderasi dan sekaligus menjadikan NU adalah bagian dari rahmat yang Allah hadirkan secara organisatoris di dunia ini.
Oleh karena itu, secara kusus ,karena saya memiliki kedekatan yang luar biasa dengan beliau, saya dibimbing dan diarahkan dan kemudian menjadi salah satu inspirator saya didalam melakukan perjuangan apapun tentu hal ini patutlah kiranya kalau saya sangat berduka atas wafatnya beliau. Ini terbilang sangat mendadak, kata K.H. Arif Gunadi, karena bebarerapa waktu yang lalu masih berkomunikasi aktif dan sangat baik dengan gagasan beliau dan beberapa hal. Untuk itu, tentu saya secara kusus memohon kepada seluruh khalayak kiranya berkenan mendo'akan beliau, memaafkan beliau dan sekaligus berharap agar ada generasi beliau yang nanti akan menyambung estafet perjuangan dalam wadah NU.Wa Insya Allah beliau meninggal husnulkhotimah. Karena beliau meninggal pada malam hari Jum't terakhir bulan suci romadhon, adalah merupakan isyaroh yang menandakan bahwa beliau husnulkhotimah.
Semoga segenap keluarga yang ditinggalkan juga menerima dengan ikhlas dan tabah serta penuh ridho atas qodho' dan qodarnya Allah Sibhanahu Wata'ala.
( Penulis : Wajiyo )









.gif)

Posting Komentar