Malam Selikuran Masjid Ja'far Bin Abi Tholib Diadakan Sodakohan Nasi Giling Dimakan Bareng - Bareng Usai Tarawih

 

Gunungkidul, mitranegaranews.co || Tradisi malam selikuran, tepatnya pada malam ke duapuluhsatu bulan Romadhon di masjid Ja'far Bin Abi Tholib masih terus dilestarikan oleh jamaah Masjid Ja'far Bin Abi Tholib, Padukuhan Ngelo, Kalurahan Petir, Rongkop, Gunungkidul. Untuk Tahun ini moment selikuran diadakan pada hari minggu 31 Maret 2024/20 Romadhon 1445 H. Acara berlangsung  di Masjid Ja'far Bin Abi Tholib diikuti seluruh warga muslim setempat, cukup meriah.


Dalam acara selikuran tersebut  seperti biasa dari masing - masing keluarga diwajibkan membawa nasi satu giling berikut lauknya sederhana. Sesampai di masjid semua nasi yang rata - rata dibungkus dengan daun pisang atau daun jati, lalu dikumpulkan jadi satu. Setelah selesai sholat Tarawih baru dilaksanakan acara selikuran yang dipimpin oleh ketua takmir masjid Sudiyo dan pengurus lainya. Kemudian do'a dan penjelasan singkat tentang sodakoh disampaikan oleh Imam Wajiyo Muh.Sholihudin.


Setelah diadakan do'a bersama, lalu nasi giling dengan lauk pauk beraneka macam, dimakan bareng - bareng secara "kembulan". Meskipun hanya dengan lauk seadanya namun mereka nampak menikmati dengan penuh kebersamaan. Moment kembulan nasi giling ini menjadi sarana kebersamaan dan semangat meraih pahala sodakoh selama bulan romadhon, terlebih pada hari - hari terahkir bulan puasa sudah seharusnya umat islam berlomba - lomba meraih amal sholih untuk menjadi hamba Allah yang bertaqwa.


Acara selikuran ini bagi warga Ngelo, Petir sudah menjadi tradisi yang turun - temurun dan dilestarikan hingga saat ini. Makna dan tujuan dalam acara selikuran tiap bulan romadhon ini dikandung maksud untuk membiasakan diri mengamalkan sodakoh harta sekaligus memupuk kebersamaan sesama umat muslim.


( Penulis : Wajiyo )


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama