Mengupas Dari Sisi Agama, Kenapa Manusia Bisa Jahat, Seorang Suami Tega Membunuh Istri Sendiri


 Gunungkidul, Mitranegaranews.co || Peristiwa pembunuhan yang diduga dilakukan oleh seorang suami terhadap istrinya sendiri yang terjadi pada hari Jum'at tanggal 5 Januari 2024 di Padukuhan Dedel wetan, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul membuat geger warga sekitar, bahkan  hari itu juga berita tersebut membuat gempar. Gegara faktor ekonomi, diduga seorang suami berinisial R, warga Dedel Wetan pada hari jum'at pagi sekira jam 07:00 wib dengan sadisnya telah membunuh istrinya sendiri bernama S (57). 


Informasi yang kami peroleh dari beberapa orang warga disana yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, kejadian tersebut tidak diduga sama sekali oleh warga, kenapa R setega itu membubuh istrinya. Ada yang mengatakan juga setelah menghabisi istrinya dengan sebuah pusau dapur, pelaku sempat mengirim kabar pada temanya untuk datang kerumahnya. Sesampai dilokasi, saksi mata sudah mendapati korban dalam keadaan meninggal dengan luka sayatan di leher dan perut. Bahkan pelaku diduga setelah membunuh istrinya sempat akan melakukan percobaan bunuh diri dengan menyayat nadi di tanganya, namun gagal.Kasus tersebut saat ini sudah ditangani pihak kepolisian, guna pengungkapan motif pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku.


Melihat fenonmena pembunuhan sadis yang terjadi di sebuah desa seperti ini, penulis menganggap sangat tidak lazim terjadi. Sehingga kami sempat meminta pendapat seorang Ustadz bernama Suhari Abdul Haris, kenapa hal ini bisa terjadi. Apakah kira - kira yang melatarbelakangi kejadian tersebut jika dilihat dari sisi kacamata agama Islam.


Ustadz Suhari Abdul Haris mengatakan, yang pertama, terjadinya kejahatan dalam hal ini pembunuhan, alasan yang paling mendasar adalah karena manusia telah dikuasai hawa nafsu.

Hawa adalah keinginan dan nafsu adalah jenis keinginan yang ada pada jiwa manusia.


Dalam diri manusia ada 3 kelompok nafsu, yaitu nafsu amarah, nafsu lawwamah dan nafsu mutmainnah. Nafsu Lawwamah dan amarah, kata Ustadz Hari, mendorong orang untuk berbuat jahat atau keburukan. Sedangkan nafsu Mutmainnah mendorong manusia untuk berbuat kebaikan atau sholih.


Ketika seseorang sudah dikuasai oleh nafsu lawwamah dan amarah maka akal sehatnya hilang. Maka dari sinilah manusia tanpa disadari melakukan kejahatan, maka bagi pelaku kejahatan sering disebut "kehilangan akal sehat".


Untuk itu, bagi warga masyarakat, diharapkan senantiasa mengamalkan perintah - perintah Tuhanya agar jangan sampai kehilangan kendali iman, islam dan nilai - nilai amaliah. Sehingga tidak mudah dikuasi oleh nafsu lauwwamah dan amarah, untuk menghindari perbuatan jahat yang setiap waktu bisa saja terjadi, jika tidak ada pengendalian diri. 

[Penulis : Wajiyo]

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama