Lurah Kalurahan Petir Bersama Kepala Sekolah Lapang Desa Inklusi Sambut Kedatangan Tim Monev Dari Kemendes.

 

Gunungkidul, mitranegaranews.co || Lurah Kalurahan Petir Sarju S.I.P dan Kepala Sekolah Lapang Desa Inklusi Pratama Windarta, S.E menyambut kedatangan Tim Monitoring dan Evaluasi kegiatan sekolah lapang Kalurahan Inklusi di Petir, Rongkop, Gunungkidul, DIY pada hari Selasa 19 Desember 2023.


Penyambutan tamu dari tim pelaksana monitoring dan evaluasi program penguatan pemerintahan dan pembangunan desa (p3pd) dilakukan di balai Kalurahan Petir yang diikuti oleh tenaga ahli pendamping desa kabupaten Gunungkidul Muhammad Tantowi dan Rosyid Efendi, Pendampinh Lokal Desa ( PLD ) Priyo Setiawan dan pengurus sekolah lapang desa inklusi Kalurahan Petir.


Dalam kesempatan tersebut lurah Kalurahan Petir Sarju, S.I.P selain mengucapkan selamat datang pada rombongan tim monev juga menyampaikan laporan terkaitan dengan keberadaan kalurahan Petir sebagai desa inklusi. Disampaikan bahwa di Kalurahan Petir ini sangat mengharapkan adanya keberlanjutan kegiatan sekolah lapang desa inklusi. Dimana dengan anggaran kegiatan yang jumlahnya Rp 50 juta bisa untuk mengadakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Namun demikian karena untuk tahun 2023 ini sudah tutup tahun anggaran maka rencana berbagai kegiatan desa inklusi tidak bisa dilanjutkan untuk yang tahun 2023. Karena penyerapan anggaran kegiatan untuk tahun 2023 baru sekali dalam kegiatan publik speaking.


Adapun personil tim pelaksana monitoring dan evaluasi dari Kemendes yang datang hari itu antara lain, Prof Yoyon Suyono sebagai tenaga ahli utama P3PD, Tomy Risqi Dinihari sebagai tiem leader, Mohammad Qodri sebagai Koordinator Sub Komponen 2B dan Monalisa Herawati Rumayar sebagai Analisa kebijakan ahli madya menjadi koordinator pemerataan wilayah komenko PMK.


Pada kesempatan tersebut dilakukan diskusi dan perbincangan terkait status desa inklusi dan berbagai hal yang menjadi bahan kegiatan sebagai desa inklusi. Kalurahan Petir menurut para tim dari Kemendes sangat siap dan layak menjadi desa percontohan bagi desa - desa lain. Keuntungan menjadi desa inklusi akan bisa meraih anggaran pemerintah yang dapat digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Termasuk dalam hal penanganan bagi warga yang disabikitas maupun Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Mereka yang mengalami keadaan kurang beruntung dibanding dengan warga masyarakat lainya akan mendapatkan hak yang sama sebagai warga negara, mereka harus kita bantu agar mendapatkan hak - haknya yang sejajar dengan warga lain.


Demikian antara lain kegiatan monitoring dan evaluasi yang dikemas dalam bentuk diskusi dan shering bersama kepala sekolah lapang desa Petir yang diikuti oleh Lurah dan Pamong Kalurahan serta lainya. Diharapkan kedepanya Kalurahan Petir bisa melanjutkan kembali program sekolah lapang yang saat ini belum bisa terlaksana sepenuhnya.

[Penulis : Wajiyo]

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama